Saturday, 18 August 2018

Indonesia Harus Protes Pernyataan Donald Trump

Minggu, 13 Desember 2015 — 22:41 WIB
Setya Novanto dan Donald Trump

Setya Novanto dan Donald Trump

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah Indonesia harus mengajukan protes terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS), terkait sikap calon presiden dari Partai Republik Donald Trump yang dalam kampanye melarang orang muslim masuk AS.

“Sebab gelombang protes sudah terjadi di mana-mana, di berbagai negara, termasuk di AS sendiri atas sikap Trump tersebut,” tutur Rektor Universitas Islam Assyafi’iyah Tutty Alawiyah di Jakarta, Minggu (13/12).

Tutty mengatakan di Inggris saja ratusan ribu orang dari berbagai agama turun ke jalan memprotes pernyataan Trump, dan mereka menuntut agar pemerintah Inggris menolak kedatangan Trump.

Tutty yang juga ketua umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) seluruh Indonesia ini menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) agar mengajukan surat protes terhadap Trump melalui Kedubes AS di Jakarta.

Ia mengatakan sikap trump telah mengusik kehidupan beragama di Indonesia dengan menggunakan sentimen anti- agama sebagai alat kampanye. “Dan ini sangat bertentangan karena akan mengganggu kehidupan beragama di Indonesia yang sudah berjalan dengan baik, dan penuh toleransi di Indonesia,” papar Tutty.

Ia menambahkan umat Islam melalui tokoh-tokoh agama Islam, dan juga tokoh agama lain juga agar mengajukan protes atas sikap Trump tersebut melalui Kedubes AS di Jakarta.

Menurut Tutty, memang sangat berbahaya kalau orang seperti Trump ini menjadi presiden AS. Sebab dia tidak bisa menciptakan kerukunan kehidupan keagamaan.”Indonesia negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, dan menganut Islam moderat karenanya sikap Trump tersebut sangat bertentangan,” papar Tutty.

Seperti diketahui, dalam  kampanyenya, Donald Trump menyerukan pencegahan total dan menyeluruh orang-orang Muslim memasuki Amerika Serikat sampai perwakilan-perwakilan negara dapat mengetahui apa yang sedang terjadi.

Sebelumnya, Donald Trump yang pernah heboh di Indonesia karena mengajak Ketua DPR Setya Novanto dalam kampanyenya,  menyerukan pengawasan terhadap mesjid-mesjid dan mengatakan ia terbuka untuk membangun sebuah database bagi semua orang Muslim yang tinggal di AS, membuat seruan kontroversial terbarunya itu dalam sebuah siaran pers.(Johara)