Sunday, 16 December 2018

Tidak Masalah Jokowi Utus Megawati Resmikan Waduk di Bali

Minggu, 13 Desember 2015 — 23:06 WIB
Megawati Soekarno Putri

Megawati Soekarno Putri

JAKARTA (Pos Kota) – Tidak masalah Presiden Jokowi menugaskan mantan Presiden Megawati meresmikan Waduk Titab-Ularan, di Bali. Namun yang menjadi masalah pidato Mega di acara tersebut.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Islam Assyafi’iyah Prof Dr Mubarok, di Jakarta, Minggu (13/12). “Dalam pidatonya, Mega mengatakan, bahwa dirinya merasa terpanggil meresmikan waduk ini yang dulu dirintisnya,” papar Mubarok mengutip pernyataan Mega.

Menurut Mubarok, kalau Mega merasa terpanggil untuk meresmikan waduk tersebut, kenapa Mega tidak terpanggil untuk menyelesaikan kasus BLBI (Bantuan likuiditas Bank Indonesia). “Sebab saat menjadi presiden, Mega yang mengeluarkanĀ  surat keterangan lunas hutang BLBI tersebut,” papar Mubarok.

Ia menambahkan sikap Jokowi sudah bagus mengutus Mega sebagai mantan presiden untuk meresmikan proyek pemerintah, mungkin berikutnya mantan presiden yang lain seperti, SBY, Habibie yang diutus Jokowi untukĀ  meresmikan proyek pemerintah.

Mubarok menjelaskan tradisi seperti ini juga terjadi di negara lain, mantan presiden diutus oleh presiden yang memerintah untuk mewakili pemerintah. “Sebelumnya ada dua mantan presiden Amerika Serikat yang diutus Presiden Barack Obama ke Aceh,” papar Mubarok.

Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis di Jakarta, Minggu (13/12) juga berpendapat yang sama, bahwa dalam hukum tata negara diperbolehkan presiden mengutus siapa saja, termasuk mantan presiden untuk meresmikan proyek pemerintah.

“Jokowi mengutus Mega dalam kapasitasnya sebagai mantan presiden, dan bukan sebagai ketua umum DPP PDIP. Jadi tidak masalah karena bisa saja berikutnya, Jokowi mengutus mantan presiden yang lain seperti Habibi dan SBY,” terang Margarito. (Johara)

Seperti diketahui, saat peresmian waduk itu Megawati datang ke lokasi waduk sekitar pukul 12.00 WITA ditemani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dan Bupati Buleleng Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Megawati mengatakan sudah meminta izin kepada Jokowi untuk dilibatkan dalam proyek-proyek yang terbengkalai di masa pemerintahannya dulu, termasuk waduk yang perencanaannya sudah dilakukan sejak 2004 ini. (Johara)