Saturday, 17 November 2018

Wisata Lombok Sangat Menjanjikan Untuk Mendunia

Selasa, 15 Desember 2015 — 11:26 WIB
Menpar Arief Yahya  usai dialog dengan elaku dan industri pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika Lombok. (prihandoko)

Menpar Arief Yahya usai dialog dengan elaku dan industri pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika Lombok. (prihandoko)

LOMBOK (Pos Kota) – Kedatangan Menpar Arief Yahya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika Lombok, 11 Desember lalu, benar-benar efektif. Pelaku dan industri pariwisata setempat menjadi terbuka mata bila wisata Lombok punya potensi menjadi wisata Islami yang dapat mendunia.

Keberadaan  Bandara International Lombok (BIL) akan menjadikan “bumbu” untuk menggempur Lombok agar lebih terasa “pedas” sebagai Halal Destination, Halal Tourism, Family & Moslem Friendly.”

“Pertama, dari sisi destinasi menggarap lighting masjid-masjid dan icon Lombok Islamic Center, agar malam harinya tidak saja menyala terang, tetapi juga punya nilai artistik, arsitekturnya lebih indah, dan penuh pesona. Orang bilang Lombok itu Kota Sejuta Masjid, banyak, besar-besar, bagus-bagus, tetapi lightingnya belum tergarap dengan sudut pandang sekolahan. Itu akan menambah atraksi Lombok,” kata Menpar Arief Yahya.

Menemukan Sensasi Baru

Malam hari wisata di Lombok, akan menemukan sensasi baru yang khas, tidak ada di seluruh dunia, bahkan di Jazirah Arab sekalipun. Atraksi lampu yang menyorot sisi-sisi tampak luar masjid itu sendiri sudah akan heboh, jika dieksplorasi.

“Contohnya Masjid Nabawi di Madinah, lightingnya memberi kesan megah, gagah, dimensinya detail, cantik, sarat dengan sentuhan seni. Menara-menaranya, seperti menusuk langit dengan background gelap,” jelasnya.

Kedua, Lombok sendiri harus punya bursa ketemu buyer dan seller dalam kemasan International Halal Travel Mart di 2016. Undang tour and travel dari Singapore, Malaysia, ArabSaudi, UAE, Qatar, Mesir, India, bekas Uni Soviet di Selatan, termasuk China yang juga punya penduduk muslem. “Singapore saja punya kok? Bursa pariwisata halal? Lombok juga harus punya,” ungkap Arief.

Ampenan Kawasan Halal

Ketiga, jadikan Ampenan sebagai kawasan café, restoran dan entertainment halal, di desain yang bagus, kelas menengah atas, dibuatkan jalur pedestrian buat berjalan kaki yang longgar, dan nada pusat souvenir khas Lombok.

Biar benchmarkingnya mudah, lihat saja apa yang dilakukan Malaysia dengan Bukit Bintang. Di kota, tempat minum kopi, mencicipi teh, minuman segar lain, makanan, snack, bakar-bakaran bernuansa Arab, apa saja ada di situ.

“Dan, harus buka sampai jam 4 pagi, mengikuti ritme orang Arab, karena siang panas, mereka beraktivitas di malam hari,” katanya  (prihandoko/win)