Saturday, 22 September 2018

Pilih Mati Gantung Diri Dengar Istri Punya PIL

Rabu, 16 Desember 2015 — 6:22 WIB

PICIK banget pikiran Emon, 48, dari Karawang (Jabar) ini. Dengar kabar istrinya, Yuyun, 40, punya PIL, dia langsung stress. Merasa tak guna hidup sebagai pengangguran, Emon memilih mati gantung diri beberapa saat setelah ribut dengan istrinya. Ini namanya lelaki pengecut, sama kecutnya dengan bau ketiak!

Jadi pengangguran memang menyebabkan lelaki kehilangan harga diri.  Sebagai kepala rumahtangga, dia mustinya yang cari nafkah buat keluarga, bukan justru terbalik-balik dinafkahi oleh istri. Tapi kini banyak lelaki model demikian, petentang-petenteng saja tanpa pekerjaan, sehingga tugasnya di rumah hanya jadi pejantan doang. Banyak minum madu dan telur untuk memuaskan bini di ranjang.

Emon warga  Kotabaru, Karawang, termasuk lelaki yang demikian. Sejak kena PHK beberapa tahun lalu, tak mau lagi cari kerja kantoran atawa pabrikan. Ngelamar pun selalu ditolak, karena usianya sudah terlalu tua, sedangkan skill khusus sama sekali Emon tidak punya. Jadi ya maklum saja, sekarang jadi bebannya Menaker Hanif Dakiri.

Untuk menyambung kehidupan, istrinyalah, Yuyun, yang bekerja cari nafkah. Setiap pagi keliling jualan ayam potong ke berbagai perumahan. Sedangkan Emon hanya petentang-petenteng di rumah. Berulangkali disuruh cari kerja, tak pernah mau karena sudah putus asa. Padahal manusia yang lain, meski sudah jadi Ketua DPR pun masih pengin cari tambahan minta saham ke Freeport segala.

Yuyun istrinya ini meski jadi tukang jual ayam potong keliling, memiliki sisa-sisa kecantikan yang masih menggoyang iman lelaki. Nah di sela-sela jualan daging ayam potong itu dia terlibat affair dengan lelaki lain. Maka bila pembeli lain cukup beli potongan paha atau kepala ayam, rekanan Yuyun justru beli “paha” Yuyun itu sendiri.

Sekali waktu anak Yuyun yang sudah ABG memergoki kelakuan ibunya, jalan bareng dengan lelaki yang tak dikenalnya. Dia pun melapor pada ayahnya. Karena Emon memang bukan politisi Senayan, dia tak menanyakan pula soal legal standing anaknya sebagai pelapor. Langsung saja laporan itu diterima mentah-mentah.

Saat istrinya pulang jualan, Emon marah-marah, menuduh bininya selingkuh. Tapi Emon justru dikick balik, salah sendiri jadi pengangguran. Kalau tak disambi ngobyek cari “saham” non Freeport, mana cukup hasil jualan ayam potong buat menutupi kebutuhan sehari-hari.

Jawaban Yuyun itu sangat menohok harga dirinya. Emon lalu pergi ke kamar, tapi satu jam berikutnya ditemukan sudah tergantung jadi mayat. Gegerlah warga desa, Ny. Yuyun pun hanya bisa menangis, tak menyangka suaminya demikian sensitive terhadap kritikan istri.

Yang tak sensitip pada rakyat kan sejumlah anggota MKD. (JPNN/Gunarso TS)

  • Priyo Subarkah

    grrrr