Friday, 21 September 2018

Jakarta Bukan Gula Tapi Empedu

Jumat, 18 Desember 2015 — 9:50 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Istilah Jakarta sebagai gula atau kota yang manis untuk meraup rezeki tidaklah benar. Namun Jakarta bagai empedu yang pahit bagi warga yang tidak memiliki keterampilan untuk hidup di ibukota.

Utamanya bagi warga pendatang yang hidup mengandalkan derma dengn menjadi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta usai memulangkan 135 Warga Binaan Sosial (WBS) ke daerah asal mereka.

“Kalau ada stigma bahwa Jakarta itu gula, sebenarnya bukan gula. Tapi empedu. Jakarta akan pahit bagi mereka yang tidak kuat dengan persaingan di Jakarta. Namun, kita tidak bisa melarang orang-orang daerah ke Jakarta asal punya keterampilan tadi,” ujar Chaidir, Jumat (18/12/2015).

Lebih lanjut Chaidir menambahkan bahwa tujuan dari pemulangan ini adalah menyelamatkan WBS yang ada di jalan dari situasi menggelandang, mengemis, dan lain sebagainya, untuk dikembalikan kepada keluarga. Karena dengan kembalinya kepada keluarga, WBS tersebut akan lebih baik.

Adapun WBS yang merupakan hasil penjangkauan jalanan itu, akan dipulangkan ke daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sebanyak 135 orang yang terdiri dari 49 orang dipulangkan ke Jawa Tengah dan 86 orang ke Jawa Barat.
(guruh/sir)