Wednesday, 24 April 2019

Jelang Natal dan Tahun Baru, Aparat Buat Peta Kerawanan

Jumat, 18 Desember 2015 — 17:25 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda Metro Jaya bersama TNI dan Pemprov DKI Jakarta, menggelar rapat bersama untuk membuat peta daerah rawan macet dan potensi gesekan. Terlebih, perayaan malam Natal bersamaan dengan Maulid Nabi pada 25 Desember.

“Kami sudah lakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang merayakan Natal, gereja, kemudian yang melakukan kegiatan Maulid Nabi, masjid-masjid, atau kelompok ormas-ormas. Kami ingin ada koordinasi sehingga dua kegiatan besar ini tidak menjadi kontra produktif,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian, Jumat (18/12/2015).

Selain itu, diantisipasi pula kerawanan kejahatan konvensional, seperti pencurian, curanmor, jambret, copet, dan lainnya. Kemudian, pengamanan tawuran kampung, balap liar, ini kami waspadai dan mengantisipasi ancaman terorisme yang sewaktu-waktu bisa terjadi. “Karena beberapa waktu lalu ada informasi tentang rencana aksi terorisme, tapi kami sudah antisipasi kelompok-kelompoknya,” ujarnya.

Tito melanjutkan, kerawanan lain yang perlu diantisipasi adalah banjir atau genangan-genangan yang dapat menimbulkan kemacetan. “Ada kerawanan lain seperti anak hilang, banjir, genangan-genangan yang membuat kemacetan,” tandasnya.

Untuk itu, Polda Metro Jaya, Kodam dan Pemerintah DKI Jakarta, akan meningkatkan operasi gabungan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas. Operasi yang dilakukan antara lain operasi yustisi terhadap pendatang yang tidak jelas di rumah kos, apartemen, termasuk tempat-tempat publik.

Polisi juga menggelar operasi penanganan narkoba untuk mengantisipasi terjadinya pesta narkoba ditempat hiburan. “Jadi saya minta kepada seluruh warga, jangan coba-coba lakukan pesta miras, pesta narkoba, apalagi di tempat-tempat publik, dan tempat hiburan. Kami siapkan tim, melaksanakan operasi malam Natal dan Tahun Baru. Siapa yang keluar dari tempat hiburan kami akan lakukan cek urine secara random atau sampling. Yang positif akan kami amankan,” tukasnya.

Menurutnya, personel gabungan juga akan melakukan pencegahan kejahatan konvensional dengan menggelar operasi premanisme dilakukan seluruh jajaran Polres didukung, Kodam dan Pemda. Sasarannya di kawasan stasiun-stasiun, bandara, pasar, tempat publik lainnya yang mengganggu. (ilham)