Monday, 26 August 2019

RJ Lino Dituduh Salahgunakan Wewenang

Jumat, 18 Desember 2015 — 20:23 WIB
Ketika Mabes Polri geledah ruangan di Dirut Pelindo II RJ Lino

Ketika Mabes Polri geledah ruangan di Dirut Pelindo II RJ Lino

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, RJ Lino (RJL) sebagai tersangka. RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan penyalahgunaan wewenang terkait proyek pengadaan Quay Container Crane di Pelindo II.

“Dalam pengembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp 60 miliar terkait pengadaan Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II Tahun 2010, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan minimal dua alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status kasus tersebut ke penyidikan dan menetapkan RJL (Direktur Utama PT Pelindo II Persero) sebagai tersangka,” kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/12).

“Tersangka RJL (RJ Lino), selaku Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait pengadaan QCC di Pelindo II Tahun 2010 dengan cara memerintahkan melakukan pengadaan 3 (tiga) unit QCC di PT Pelindo II (Persero) dengan menunjuk langsung HDHM dari Cina sebagai penyedia barang,” lanjutnya.

Atas perbuatannya, RJL disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (junius)