Sunday, 23 September 2018

25 Tahun Berumah Tangga, Kakek Nenek Akhirnya Kantongi Akte Pernikahan

Jumat, 18 Desember 2015 — 21:31 WIB
Sejumlah pasangan suami istri setelah isbat nikah di kantor Kel. Muncul, Setu. (anton)

Sejumlah pasangan suami istri setelah isbat nikah di kantor Kel. Muncul, Setu. (anton)

SETU (Pos Kota) – Sebanyak 40 orang pasangan suami istri yang sudah menikah selama 25 tahun lebih akhirnya mendapatkan akte pernikahan resmi setelah mereka di isbat nikah di kantor Kel. Muncul, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka kebanyakan menikah di amil sehingga tak memiliki buku nikah resmi walaupun sudah memiliki cucu.

“Alhamdulillah… akhirnya kami berdua memiliki buku nikah atke pernikahan walaupun sudah punya tiga cucu sekarang,” kata Kakek Alek disaksikan istrinya Munah usai sidang Isbat Nikah, Kamis (17/12/2015).

Kita orang kampung jadi waktu nikah dulu ngak ke pengadilan agama, tuturnya yang mengaku saat nikah dulu hanya mendatangi Amil saja kan juga resmi jadi suami istri yang kini telah memiliki empat anak dan tiga cucu.

Hal senada dikatakan, Rodiah, wargaKel. Muncul, yang mengaku saat nikah dulu yang langsung ke amil tanpa mendapatkan surat nikah atau buku nikah seperti sekarang. “Dulu mah nikah mah nikah aja yang penting ada saksi dan dilakukan oleh amil,” tutur nenek satu cucu yang telah menikah selama 24 tahun.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Tangsel, Listya, kegiatan isbat nikah di Kel. Muncul, Setu merpukan salah satu program di Pemkot Tangsel bekerjasama dengan pengadilan Tigaraksa, Tangerang.

Untuk kegiatan isbat nikah di Kel. Muncul dilakukan oleh 40 pasangan suami istri yang saat menikah dulu belum tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dan kini telah resmi serta sah memiliki legalitas sesuai hukum ketatanegaraan.

Surat atau buku nikah ini tentunya akan sangat dibutuhkan untuk masyarakat saat ingin membuat akte kelahiran anak-anaknya, pengurusan administrasi lain yang berhubungan dengan kelengkapan identitas kependudukan, katanya. (anton/ruh)