Monday, 24 September 2018

17.592 Warga Jaksel Belum Terekam e-KTP

Sabtu, 19 Desember 2015 — 19:59 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Menjelang akhir tahun, Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mengebut perekaman data KTP elektronik (e-KTP). Dari sekitar 1,5 juta jiwa wajib KTP di Jaksel, tinggal 17.592 penduduk yang belum direkam data.

“Kami terus mendorong warga supaya segera merekam data untuk pembuatan e-KTP. Jika lewat dari 31 Desember, data-datanya akan dihapus dari database kependudukan,” kata Kepala Sudin Dukcapil Jaksel, Sapto B. Wibowo saat layanan jemput bola di Kelurahan Lenteng Agung, Sabtu (19/12).

Menurut Sapto, agar data base kependudukan dapat kembali aktif, masyarakat harus mendaftar ulang dengan menggunakan formulir biodata penduduk baru.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil validasi sejak Oktober diketahui 1.453.979 warga di Jaksel yang sudah rekam data dari total wajib KTP DKI di wilayah ini 1.505.316 jiwa. Dari 51.337 penduduk wajib KTP yang belum direkam data meliputi 11.381 jiwa pindah, 20.252 warga tidak diketahui dan 2.112 orang meninggal.

Untuk mendukung percepatan rekam data, Sudin Dukcapil Jaksel menambah jam operasional pelayanan kependudukan. Yaitu Senin-Kamis mulai pukul 07.30-18.00 dan Sabtu dari pukul 08.00-12.00. Termasuk melalui layanan jemput bola di tingkat RW dengan menggunakan mobil keliling pada akhir pekan.

Sementara mendongkrak pencetakan e-KTP supaya segera didistribusikan ke warga, Sudin Dukcapil Jaksel dilengkapi 7 mesin cetak meliputi 3 set di kantor sudin dan masing-masing satu unit di Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Tebet dan Kecamatan Kebayoran Lama dan kantor Pemko Jaksel. arta Selatan. (rachmi/ruh)

Teks foto:
Petugas sedang merekam iris mata warga saat rekam e-KTP pada layanan jemput bola Sudin Dukcapil Jaksel di Kelurahan Lenteng Agung, Sabtu (19/12). (Rachmi)