Monday, 16 September 2019

Polri Diminta juga Tetapkan RJ Lino Jadi Tersangka

Sabtu, 19 Desember 2015 — 11:38 WIB

JAKARTA – Bareskrim Polri adalah penegak hukum pertama yang menggeledah kantor Dirut Pelindo II RJ Lino. Oleh karena itu, Polri diminta juga menetapkan tersangka kepada Lino.

Polri diminta mengikuti langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menetapkan dia sebagai tersangka dalam kasus pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) tahun 2010. Ini berbeda dengan kasus yang ditangani Bareskrim Polri.

“Kasus yang ditangani Polri berbeda dengan KPK, makanya Polri seharusnya segera juga menetapkan Lino sebagai tersangka,” kata Ketua Presideum Indonesian Police Watch, Neta S Pane, Sabu (19/12/2015).

Perbedaan itu, lanjut Neta, KPK menangani kasus pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) tahun 2010. Sedangkan Baeskrim Polri seperti yang pernah ditangani Komjen Budi Waseso di Pelindo II adalah pengadaan 10 unit crane senilai Rp 45 miliar. Penyidik Dit Tipideksus Bareskrim menemukan proses pengadaan mobile crane tersebut menyalahi prosedur karena pemenang tender yang ditunjuk langsung.

Menurut Neta, kalau nanti KPK tidak juga menahan Lino, Polri bisa segera menahannya “Kita berharap Senin nanati, Bareskrim Polri segera menetapkan Lino sebagai tersangka dan menahannya,” ujar Neta.

Perlu Bersinergi

Dikatakannya, penetapan tersangka oleh Polri sendiri menjadi penting agar kedua lembaga penegak hukum, KPK dan Polri, bisa bekerja sama untuk membongkar kasus di Pelindo II ini. Kedua lembaga penegak hukum ini perlu bersinergi.

Sinergi kedua lembaga penegak hukum ini  diharapkan bisa membongkar kasus ini sampai tuntas dan menyeret siapapun pejabat tinggi yang berada di belakangnya.

“Ini juga penting untuk mengembalikan citra Polri dan terutama nama baik Komjen Budi Waseso yang sebelumnya sempat diisukan macam-macam sampai ada petisi pencopotan dirinya, karena menggeledah kantor Lino sewaktu jadi Kabareskrim,” ujarnya.

Selama ini Polri dan Buwas, lanjut dia, disalahkan. Maka, dengan penetapan tersangka oleh KPK ini sekarang masyarakat tahu dan akan mendukung langkah Polri turut serta membongkar kasus ini. (win)