Monday, 11 December 2017

Habib Rizieq Akhirnya Tabligh Akbar di Purwakarta

Minggu, 20 Desember 2015 — 10:18 WIB
Habib Rizieq Sihab.

Habib Rizieq Sihab.

PURWAKARTA (Pos Kota) – Meski sempat diwarnai ketegangan, Imam Besar FPI KH Habib Rizieq Syihab akhirnya bisa menghadiri tabligh akbar dan pelantikan pengurus baru DPW FPI Purwakarta di Kp Rawamekar, Kel Tegal Munjul, Kab Purwakarta, Sabtu (19/12) malam.

Ratusan aparat kepolisian dibantu TNI memagar betis di sekitar area tabligh akbar yang dihadiri ribuan anggota FPI se-seantero Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Kumandang takbir menggema di arena tabligh. Ketegangan yang menyelimuti sore hingga sepanjang malam tak memadamkan semangat ribuan jemaah untuk tetap menggelar tabligh sambil menanti kedatangan Habib Rizieq.

Bahkan, massa FPI pun rela berjibun di bantaran rel Kereta Api tepat di depan pelaksanaan tabligh. Sesekali jamaah tabligh harus menepi saat jalur rel yang mereka “duduki” dilintasi Kereta Api. Cukup miris. Namun mereka bergeming demi menegakkan amal maruf nahyi munkar. Semangat ini berkobar hingga tabligh berakhir pukul 24.15 wib berlangsung aman dan kondusif.

Dalam tausyiahnya, Habib Rizieq menyebutkan, ia sama sekali tak bermaksud melecehkan sampurasun. Habib bahkan takjub akan makna sampurasun. “Filosopinya bernilai luhur dan mulia. Sampurasun sama dengan permohonan maaf atas diri,” ujarnya.

Hanya saja, sebut Rizieq, terdapat salah penerapan sehingga dikhawatirkan memengaruhi akidah umat. Bupati dituding tak lagi memasyarakatkan sampurasun,  tetapi telah meracuni akidah umat Islam Purwakarta dengan ornamen pembangunan yang digulirkan.

“Kota Purwakarta yang merupakan kota tasbih kini menjadi kota patung. Purwakarta sebagai kota kiai kini menjadi kota berhala. Kondisi ini bukan memasyarakatkan sampurasun tetapi meracuni akidah umat,” tegasnya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, secara kelembagaan tidak mempermasalahkan kedatangan Imam Besar FPI kewilayahnya. “Kami mengizinkan dan tidak mempermasalahkan kehadiran Habib Riziq di Purwakarta,” kata Dedi.

Pasalnya, menurut Dedi, setiap individu maupun organisasi punya hak untuk berserikat dan berkumpul sebagaimana diatur dalam undang-undang. Sehingga, pihaknya sebagai penyelenggara pemerintahan tidak punya kewenangan untuk melarang orang datang ke wilayahnya.

“Pak Riziq dan FPI diharapkan bisa menghargai dan menghormati kami sebagai tuan rumah dengan segenap adat istiadat yang dimiliki masyarakat Purwakarta,” seru Bupati Dedi.

Spanduk ucapan selamat datang kepada KH Habib Rizieq terpasang di sejumlah titik di Purwakarta, salah satu di sekitar GT Jatiluhur, Ciganea, Purwakarta.
(dadan/sir)