Thursday, 22 August 2019

Palyja Imbau Pelanggan Hemat Air

Minggu, 20 Desember 2015 — 9:54 WIB
air pam

JAKARTA (Pos Kota) – Musim kemarau berkepanjangan, tidak hanya berdampak pada menurunnya volume air baku, tetapi juga memburuknya kualitas air sungai yang menjadi sumber air baku untuk air bersih bagi warga Jakarta.

Melihat kondisi yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun ini, salah satu operator air bersih yang menjadi mitra Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya, yakni PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) mengimbau kepada para pelanggan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat untuk melakukan penghematan air.

Corporate Communications and Social Responsibilities Division Head Palyja, Meyritha Maryani mengatakan saat ini, kualitas air baku dari Sungai Krukut yang memasok kebutuhan air pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cilandak memburuk.

“Tingkat polutan terlarut sudah melampaui batas aman dan terlalu tinggi untuk diolah oleh IPA Cilandak,” kata Meyritha, kemain.

Untuk menjaga kualitas air bersih kepada pelanggan, Palyja harus menurunkan produksi 50 persen dari normalnya 400 liter per detik menjadi 200 liter per detik. Tindakan tersebut mengakibatkan gangguan pasokan air bersih kepada pelanggan di wilayah Jakarta Selatan. Dengan kata lain, pelanggan akan mengalami kekurangan pasokan air bersih.

Adapun kawasan di Jakarta Selatan yang mengalami kekurangan air bersih adalah Jati Padang, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Gandaria Selatan, Cilandak Barat, Cipete Selatan, Gandaria Utara, Cipete Utara, Pulo, Duren Tiga, Kalibata, Pengadengan, Rawajati dan sekitarnya.

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan air bersih kepada pelanggan, Palyja telah berkoordinasi dengan PDAM Jaya dan Aetra untuk mendapatkan tambahan pasokan air baku sebesar 150 liter per detik.

“Tetapi karena pasokan air baku dari Waduk Jatiluhur sangat fluktuatif, maka air yang diterima oleh Palyja tidak dapat mengkompensasi penurunan produksi IPA Cilandak,” ujarnya.

TAMAN KOTA

IPA Taman Kota di Jakarta Barat yang mengolah air dari sungai Cengkareng Drain juga beberapa kali pemberhentian produksi dalam satu bulan terakhir ini.

“Musim kemarau panjang menyebabkan surutnya air sungai dan rendahnya permukaan air. Sehingga terjadi intrusi air laut ke intake IPA Taman Kota yang berjarak sekitar 8 kilometer dari laut,” paparnya.

Hal itu menyebabkan tingginya Total Dissolved Solis (TDS). Karena itu, untuk menjaga kualitas air bersih yang dihasilkan PALYJA terpaksa menurunkan bahkan menghentikan produksi di IPA Taman Kota.

Tindakan ini membuat pengurangan pasokan air bersih di wilayah Jakarta Barat. Wilayah yang terkena dampak adalah Kembangan Utara, Rawa Buaya, Kedaung Kaliangke, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kalideres, Kapuk, Pegadungan, Taman Kota, Rawa Buaya, Tegal Alur, dan Kamal.

Untuk mengkompensasi penurunan bahkan penghentian produksi IPA Taman Kota, Palyja mengerahkan mobil-mobil tanki untuk dapat terus melayani pelanggan.

“Kami juga menghimbau kepada pelanggan untuk bersabar menghadapi musim kemarau panjang ini. Kami juga berharap agar tidak terjadi lagi penyanderaan mobil-mobil tanki air Palyja,” kata Meyritha.
(john/sir)