Wednesday, 21 November 2018

Tekan Harga, Bulog Sebar 53 Ton Beras Lewat Operasi Pasar

Selasa, 22 Desember 2015 — 19:05 WIB

JAKARTA (Pos Kota)-Guna mencegah melambungnya harga,  Perum Bulog melakukan operasi pasar beras besar-besaran. Langkah ini ternyata efektif karena sampai saat ini tidak terjadi lonjakan harga yang berarti.

“Di DKI saja sejak November sampai saat ini kami sudah menggelontorkan beras dari gudang 53 ribu ton,” kata Direktur Operasi dan Pelayanan Publik Perum Bulog Wahyu Suparyono saat meninjau Operasi Pasar beras di Pasar Induk Cipinang.

Menurut dia, operasi pasar berjalan cukup efektif karena Bulog melibatkan  pedagang di Pasar Induk Cipinang dan pasar-pasar tradisional di Jabotabek seperti Pasar Kramat Jati. Kelender, Cengkareng, Blok A, Pasar Minggu, Tanjung Priok, dan sejumlah pasar lainnya. Mereka menjual beras Bulog dengan harga yang seragam yakni Rp 8300 per kilogram.

Kadivre DKI Jakarta dan Banten Agus Dwi Indiarto mengatakan, saat ini harga beras relatif stabil dan terjangkau. Padahal pada Nove$ber lalu beras kualitas medium harganya sempat melonjak hingga di kisaran harga Rp 9.200 hingga Rp 9.300 per kilogram.

“Kami akan terus melakukan operasi pasar sampai harganya benar-benar stabil dan tidak ada gejolak,’ katanya.

Kendati demikian dia memperkirakan ancaman kenaikan harga hanya akan terjadi pada Desember, Januari, dan Februari. Sementara mulai bulan Maret hingga Oktober ancaman kenaikan harga berkurang karena pada bulan Maret mulai panen raya.

Pada bulan Maret dan April biasanya Perum Bulog akan mengisi kembali gudang-gudangnya yang mulai kosong. Pada waktu tersebut Bulog justru menjaga agar harga tidalk terlalu jatuh hingga merugikan petani.

Khusus untuk DKi pihaknya setidaknya menyiapkan beras sebanyak 75 ribu ton untuk operasi pasar. Sampai saat ini jumlah yang telah dilepas dari gudang sekitar 53 ribu ton. (Faisal)