Sunday, 22 September 2019

Harga BBM Turun Belum Tentu Tarif Angkutan Umum Turun

Rabu, 23 Desember 2015 — 21:02 WIB
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Masyarakat jangan terlalu berharap meski harga premium turun Rp250/liter dan solar Rp500/liter, para pengusaha angkutan umum kemungkinan besar tidak akan menurunkan tarif.

“Sangat kecil tarif angkutan umum turun,” kata Ketua DPD Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, kepada Pos Kota, Rabu (23/12).

Sebab dalam komponen biaya bahan bakar dalam struktur tarif relatif kecil. Dibawah 20 persen.

Selain itu, ia mengemukakan biaya spare pat, terutama past moving seperti roda (ban), kanvas rem, oli dan sebagainya sangat tinggi.

Saat menetapkan tarif angkutan umum yang saat ini berlaku, ia mengaku kurs dolar AS masih dikisaran Rp9 ribuan. Sekarang kurs Rp13 ribu.

Jadi biaya operasi yang ditanggung pengusaha angkutan umum sangat tinggi, karena perbedaan kurs dolar AS tersebut yang berakibat harga spare part impor naik 20 persen.

Ditanya Organda tidak fair karena saat harga BBM naik langsung menaikkan tarif, ia menjelaskan para pengusaha menaikkan tarif angkutan umum, karena hanya momen itulah bisa menaikkan.

“Kami tidak bisa menaikkan tarif begitu saja. Hanya momen itu,” jelasnya.

Pihaknya sudah mengajukan ke Menteri Perhubungan agar selain komponen BBM, inflasi dan kurs dolar AS dimasukkan juga dalam struktur komponen tarif angkutan.  “Tapi tidak respon.” (setiawan)