Wednesday, 19 September 2018

Galian Tanah di Sepanjang Jalan Ciputat-Pamulang Dikeluhkan Warga

Senin, 28 Desember 2015 — 19:43 WIB
Salah satu kondisi pekerjaan saluran air di Jl. Raya Ir. Djuanda, Ciputat. (anton)

Salah satu kondisi pekerjaan saluran air di Jl. Raya Ir. Djuanda, Ciputat. (anton)

CIPUTAT (Pos Kota) – Warga dan pengguna jalan di kawasan Ciputat dan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan lambatnya proyek pembuatan saluran air di sepanjang Jl. Raya Ir. Djuanda hingga membuat badan jalan becek dan licin saat hujan serta berdebu akibat tumpukan galian tanah tersebut.

“Sudah hampir lebih tiga minggu tanah galian untuk proyek pembuatan saluran air di sepanjang Jl. Raya Ir. Djuanda, Ciputat dibiarkan berantakan dan membuat badan jalan licin serta becek saat hujan seperti belakangan ini,” kata K. Simanjutak, warga Ciputat, Senin (28/12/2015).

Tumpukan tanah bekas galian untuk saluran air tak langsung dibersihkan atau diangkut pekerja sehingga membuat badan jalan semakin menyempit dan saat hujan kondisi jalan licin serta becek hingga membuat pengendara sepeda motor banyak yang terjatuh.

Tak hanya membuat badan jalan licin dan becek saja tapi saat tak hujan sepanjang jalan itu berdebu, ujarnya kesal yang menilai pekerjaan pembuatan saluran terkesan ‘lelet’ dan tak profesional.

Kalau profesional dan kerja secara baik tentunya setelah pekerja mengali tanah untuk saluran air tanah bekas galian langsung dibersihkan atau diangkut dan tak dibiarkan bertumpuk di pinggir jalan yang tentunya sangat mengganggu kenyamanan pemakai jalan maupun kendaraan yang melintas, kata bapak tiga anak ini.

Menanggapi keluhan warga dan pemakai kendaraan berkaitan tanah galian untuk saluran air di Jl. Ir. Djuanda, Kabag Humas Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dedy R, mengatakan secepatnya akan meminta instansi terkait melakukan pengecekan ke lapangan. “Seharusnya memang tanah galian saat membuat saluran air tak ditumpuk di badan jalan tapi langsung diangkut atau dibersihkan sehingga tak mengganggu kenyamanan pemakai jalan lainnya,” tuturnya.(anton/ruh)