Thursday, 23 November 2017

Jokowi : Akan Dibangun Tujuh Pos Lintas Batas Negara

Senin, 28 Desember 2015 — 17:31 WIB
Presiden Jokowi atas meninjau perbatasan di PLBN Terpadu Motaain  di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Ist)

Presiden Jokowi atas meninjau perbatasan di PLBN Terpadu Motaain di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi menegaskan pemerintah tengah membangun tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu. Sebab wilayah perbatasan merupakan titik pertumbuhan ekonomi.

Ketujuh Pos itu berada di Entikong, Nanga Badau, Aruk, Wini, Motamasin, Motaain, Skouw. Itu disampaikan  Jokowi saat meninjau salah satu dari PLBN tersebut, yakni PLBN Terpadu Motaain yang berada di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam peninjauan tersebut, Jokowi didampingi Ibu Ibu Negara Iriana , Senin siang (28/12). Jokowi mencontohkan PLBN Terpadu Motaain ini akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru. “Sekaligus kta ingin arus barang dari Indonesia ke Timor Leste semakin banyak,” ucap presiden dalam siaran pers yang disampaikan Tim Komunikasi Presiden.

Jokowi menegaskan pemerintah tidak hanya membangun PLBN saja, tetapi juga membangun jalan yang lebih lebar, dimana asalnua 4,5 meter, kini diperlebar hingga 7 meter. Selain,  pasar yang bedrada di PLBN Terpadu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam rangka  peningkatan ekonomi.

Presiden mengatakan PLBN Terpadu Motaain  diresmikan  Oktober 2016. “Ini akan menjadi contoh bahwa yang namanya muka terdepan itu diperlukan. Baik sebagai kebanggaan Bangsa Indonesia, maupun dari sisi ekonomi sebagai titik pertumbuhan ekonomi untuk mendorong dari Indonesia mendorong ekspor ke negara lain,” kata Jokowi.

Ia mengatakan diharapkan dengan pembangunan PLBN Montaain dapat memberi manfaat bagi masyarakat perbatasan, khususnya warga di Tasifeto Timur dan Kalukuk Mesak. Di kedua kecamatan  terdapat 984 KK penduduk eks Timor Leste yang kini sudah menjadi WNI.

Presiden meminta agar PLBN Montaain yang berada di lahan seluas 8,03 hektar ) dengan luas bangunan 5.839,35 meter per segi (m2) juga dapat  dapat memberikan pelayanan yang baik. “Nanti pelayanan arus orang dan arus barang menjadi lebih cepat,” ujar Jokowi menjelaskan. (Johara)