Friday, 20 October 2017

Mulai Januari 2016

Meski Ditolak Warga, Kabupaten Tangerang Masuk Polda Banten

Senin, 28 Desember 2015 — 16:43 WIB
brigjen boy rafli

brigjen boy rafli

SERANG (Pos Kota) – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten, Brigjen Pol Boy Rafli Amar berharap penyatuan wilayah hukum Kabupaten Tangerang ke dalam wilayah hukum Polda Banten  terealisasi Januari mendatang. Meski sebelumnya, penyatuan wilayah hukum ini menjadi kontroversi karena sebagian masyarakat Tangerang menolak untuk bergabung ke dalam wilayah hukum Polda Banten tampaknya tidak akan berpengaruh terhada keputusan Kapolri.

“Pembahasan Kabupaten Tangerang sudah masuk di Pimpinan Polri. Semoga tidak lebih dari Januari 2016 sudah ada keputusan. Kita masih evaluasi dan pertimbangan serta masukan dari masyarakat. Tapi yang pasti Januari kepastiannya,” ungkap Boy Rafli Amar kepada wartawan di aula serba guna Mapolda Banten, Senin (28/12).

Sebelumnya, Kapolda Banten mengaku telah diundang oleh pihak Mabes Polri membahas hal ini. Ia memastikan bahwa wilayah yang kuat kemungkinan akan menjadi bagian Polda Banten adalah wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kalau Kota Tangerang dan Tangsel masih bagian dari Polda Metro Jaya. Kabupaten Tangerang yang kelihatannya akan masuk Polda Banten di awal tahun depan.”

Sebelumnya, sejumlah warga Tangerang menemui Gubernur Banten Rano Karno  menyampaikan aspirasi mereka menolak bergabung dengan Polda Banten. Selama ini meski wilayah Tangerang dibawah Provinsi Banten, namun untuk wilayah hukum berada di bawah Polda Metro Jaya.

Warga menilai selama ini Polda Metro Jaya sudah memberikan kenyaman dan keamanan bagi warga Tangerang. Alasan warga penolakan ini mengacu pada Intruksi Presiden Republik Indonesia nomor 13 tahun 1978 tentang pengembangan wilayah Jakarta-Bogor-Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), untuk hidup dengan layak dengan kehidupan sosial ekonomi yang aman, nyaman, damai, dan sejahtera dalam wilayah Jabodetabek dibawah kendali keamana Polda Metro Jaya. (haryono)