Monday, 24 September 2018

PKS Bertemu Jokowi Kok Jadi Rame

Senin, 28 Desember 2015 — 23:36 WIB
Hidayat Nur Wahid.

Hidayat Nur Wahid.

JAKARTA (Pos Kota) -Anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid tidak memahami siapa yang menghembuskan isu bahwa PKS akan bergabung dalam pemerintahan.

Ia  menegaskan komitmen PKS untuk berada dalam Koalisi Merah Putih dan tidak ada keinginan PKS jelasnya berbagung dalam KIH yang mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

“Kami tidak mengikuti jejak PAN untuk bergabung dalam pemerintahan. Komitmen kami seperti yang sudah ditegaskan oleh Presiden PKS,Sohibul Iman, kami adalah oposisi loyal yang artinya kami berada di luar pemerintahan namun akan mendukung apapun langkah pemerintah yang pro rakyat,” ujar Hidayat, kemarin.

Dia menegaskan bahwa pertemuan antara Sohibul dengan Jokowi adalah pertemuan biasa. Sebab, -sebelumnya juga sudah dilakukan oleh pimpinan KMP lainnya seperti Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie,Hatta Radjasa yang bertemu dengan Presiden Jokowi.

KOK JADI RAME

“Pertemuan itu karena sebelumnya Presiden Jokowi yang sejatinya hadir dalam rakernas PKS, namun berhalangan dan baru bisa dilakukan di Istana beberapa waktu lalu itu.Kenapa PKS bertemu presiden kok jadi ramai? Padahal kami adalah anggota KMP terakhir yang bertemu presiden. Sebelumnya Prabowo, Aburizal dan bahkan Hatta Radjasa sebelum pilpres sempat bertemu Jokowi juga kok. Kami tidak pernah mempermasalahkan hal itu,” tegasnya.

Menurut Hidayat, semua anggota KMP bebas melakukan pertemuan apapun, asalkan semua itu dikomunikasikan ke sesama anggota lainnya dan terbuka alasan dilakukannya pertemuan. “Saya rasa anggota KMP bebas bertemu siapapun,” ujarnya. (rizal)