Friday, 23 August 2019

Kasus Wisman Atlet di Sumsel, KPK Kembali Periksa Saksi

Rabu, 30 Desember 2015 — 15:05 WIB
KPK-Logo-Yulian

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil seorang saksi Jimmy Rivael, selaku GM PT. Giant Surya Multi Sarana, untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serba Guna Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) dengan tersangkakan Dudung Purwadi (DPW) yang juga Direktur Utama PT Duta Graha Indonesia (DGI).

Belum ada keterangan resmi prihal keterikatan Jimmy dalam kasus ini. Namun keterangan Jimmy diperlukan untuk melengkapi berkas peekara. “Dia (Jimmy) diperiksa untuk tersangka DPW (Dudung Purwadi). Keterangan dari yang bersangkutan diperlukan untuk kepentingan penyidikan,” kata Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak saat dikonfirmasi, Rabu (30/12).

Jimmy akan dimintai keterangan mengenai kasus dugaan korupsi yang disangkakan kepada Dudung. Sebelumnya, KPK telah resmi menetapkan Dudung sebagai tersangka dalam kasus ini sejak Senin (21/12) . Ia diduga melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau korporasi terkait pelaksanaan pembangunan wisma atlet di Jakabaring Palembang dan gedung serba guna Pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2010-2011.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dudung merupakan atasan dari Manajer Pemasaran PT DGl, Muhammad El Idris yang terlebih dulu dijerat KPK dalam perkara ini. Pada surat dakwaan Idris, disebutkan ada kesepakatan antara Dudung, ldris, Mindo Rosalina Manulang dan Muhammad Nazaruddin tentang pembagian jatah sebagai komisi karena telah membantu terpilihnya PT DGl sebagai pelaksana proyek Wisma Atlet dan Gedung serbaguna.

Atas perbuatannya, Dudung dijerat Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncoto Pasal 65 KUHPidana. (junius)