Monday, 19 November 2018

Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Harus Isi Buku Data

Minggu, 3 Januari 2016 — 13:16 WIB
Para pangkalan gas elpiji 3 Kg se kota Depok,Jabar,saat mendengarkan sosiallisasi dari agen.Minggu (3/1)

Para pangkalan gas elpiji 3 Kg se kota Depok,Jabar,saat mendengarkan sosiallisasi dari agen.Minggu (3/1)

JAKARTA (Pos Kota) – Kalangan pangkalan gas elpiji 3 Kg harus mengisi log book (buku data-red) agar nantinya bisa diketahui ke mana dan kepada siapa, mereka menjual barang dagangannya.

“Gas elpiji 3 Kg merupakan barang subsidi. Jadi pengawasan harus diperketat,” kata H Yahman, pemilik agen Raja Gas, saat sosialisasi di depan ratusan pemilik pangkalan gas elpiji 3 Kg se Kota Depok, Minggu (3/1).

Ia juga mengingatkan agar para pangkalan jangan coba-coba menjual harga gas elpiji 3 Kg di atas HET Rp16.000/tabung.

Pihaknya tidak segan menskorsing, jika para pangkalan tidak mengisi log book dan menjual gas 3 Kg diatas Rp16.000/tabung.

Bahkan, ia secara tegas, mengungkap tidak bertanggungjawab, jika ada tim dari Pertamina, Kementerian ESDM dan BPK mengecek langsung ke para pangkalan.

Jika tim tersebut mendatangi dan mengecek langsung ke pangkalan. Kalau log book yang dilihatnya tidak ada isinya apalagi menjual harga di atas Rp16.000/tabung, tim dari Pertamina, Kementerian ESDM dan BPK tersebut akan langsung mem-PHU (putus hubungan usaha, red).

“Jika sudah di PHU. Sampai kapan pun, jangan pernah berharap bisa buka pangkalan lagi,” terang juragan gas ini.

Karenanya, ia meminta kepada para pangkalan gas elpiji 3 Kg agar mematuhi semua aturan. Baik yang dikeluarkan dari pemerintah, Pertamina dan agen.

Sepanjang 2015, ia mengaku ada dua pangkalan yang terpaksa dikenakan sanksi skorsing. Mereka tidak mengisi log book.

“Kedua pangkalan tersebut, kami tak beri pasokan selama seminggu,” jelasnya.
(setiawan/sir)

  • Ahmad

    Klo di PHU kok ga bisa buka pangkalan lagi? Emang ga bisa dapet/kerja sama dari agen lain??