Saturday, 20 July 2019

Abang Tukang Becak Dikejar-kejar Lagi di Cilincing

Senin, 4 Januari 2016 — 19:53 WIB
razia becak

CILINCING  (Pos Kota) – Aksi kejar-kejaran mewarnai operasi becak yang dilangsungkan di sepanjang Jalan Plumpang Semper, Jalan Tipar Cakung dan Sungai Brantas, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (4/1).

Para abang tukang becak itu berlarian untuk berusaha menghindari petugas yang mau menangkapnya. Abang tukang becak memang dikejar-kejar lagi oleh aparat di kawasa Cilincing, Jakarta Utara.

Solihin, 48, salah seorang tukang becak mengaku sempat berusaha kabur dari kejaran petugas. Namun, karena jumlah anggota lebih banyak akhirnya pria asal Tegal, Jawa Tengah itu becaknya berhasil diamankan petugas.

“Saat ini saya sempat lari berusaha menghindari Razia yang digelar petugas. Tapi karena jumlah mereka lebih banyak dan masih muda-mudah akhirnya  saya tertangkap juga,” kata bapak 4 anak tersebut.

Dia mengaku dirinya terpaksa menjadi tukang becak karena tidak punya pekerjaan lain. Makanya setelah becaknya ini diamankan dirinya minta kepada pemerintah untuk mencarikan solusi lagi agar dirinya tetap bisa bekerja.

Banyak Keluhan Masyarakat

Camat Cilincing, Nana Hendriana mengakui pihaknya menggelar operasi becak yang berkeliaran di kawasan Semper Barat.  Operasi ini digelar selain  banyaknya keluhan dari masyarakat, keberadaannya juga melanggar Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum.

“Razia yang digelar ini  sebagai respon atas keluhan masyarakat. Selama ini, aktifitas becak yang banyak wara-wiri di sekitar jalan tersebut kerap membuat macet jalan. Selain itu sejumlah lokasi yang dijadikan mangkal juga mengganggu jalan raya,” kata Nana.

Selanjutnya  ke 10  becak yang terjaring ini langsung dibawa ke gudang Cakung. Rencanannya becak-becak itu akan dibuang ke laut untuk dibuat rumpon.

Ditambahkan Camat Cilincing, operasi yang dipimpin Sekertaris Kecamatan Ade Himawan ini tujuannya kedepan para pengemudi becak sadar keberadaan mereka melanggar Perda no 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum. Kedepan jika masih ada becak yang nekat beroperasi,  pihaknya tak segan-segan untuk menertibkannya.

“Kami tidak akan memberi ruang kepada para pengendara becak. Sebab keberadaan mereka itu selain sering menimbulkan kemacetan juga membuat semrawut lalulintas,”kata Nana. (Wandi/win)

  • Mangap

    Di kalimati Pademangan masih banyak becak