Saturday, 22 September 2018

Usai Ngadu ke DPRD Indramayu, Lalu Warga Kedungwungu Blokir Jalan

Senin, 4 Januari 2016 — 21:22 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

INDRAMAYU – Masyarakat desa Kedungwungu mengadu ke DPRD Indramayu perihal adanya pencemaran limbah minyak Pertamina EP Mundu. Karena tak digubris mereka memblokir jalan yang sering dilalui kendaraan berat Pertamina EP Mundu.

Masyarakat Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, memprotes adanya limbah Pertamina EP Mundu yang rembes ke sawah dan sumur-sumur penduduk. Mereka meminta Pertamina EP Mundu segera menghentikan aksi membuang limbah dengan cara menginjeksi ke sumur-sumur tua.

Warga Desa Kedungwungu itu juga minta Pertamina EP Mundu memperhitungkan ganti rugi atas kerugian masyarakat akibat sawahnya tercemar limbah minyak sehingga menurunkan pendapatan para petani.

Masyarakat yang rumahnya berjarak sekitar 400 meter juga merasakan adanya rembesan limbah minyak yang dibuang Pertamina EP Mundu di sumur-sumur tua di Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng.

Mengingat keinginan masyarakat setempat tidak digubris, Sabtu (2/1)  masyarakat Desa Kedungwungu yang berjumlah ratusan orang, melancarkan aksi memblokir atau menutup salah sebuah ruas jalan khusus yang sering dilalui kendaraan berat Pertamina EP Mundu.

Penutupan jalan khusus kendaraan berat Pertamina EP Mundu itu dilakukan masyarakat Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng untuk mencari perhatian agar Pertamina EP Mundu segera menindaklanjuti tuntutan warga, sebagaimana yang sudah dilaporkan ke DPRD Indramayu.

“Masyarakat Desa Kedungwungu meminta Pertamina EP Mundu menghentikan membuang limbah di sumur-sumur tua serta mengganti rugi lahan milik petani yang tak produkstif karena tercemar limbah minyak. Disamping memperhitungkan tercemarnya sumur-sumur penduduk karena adanya rembesan limbah minyak,” kata Miftah salah seorang pengunjuk rasa. (taryani)