Monday, 23 October 2017

Ini Pengakuan Wanita yang Kepergok Mengutil lalu Ditempeleng

Selasa, 5 Januari 2016 — 15:15 WIB
Tiga wanita pengutil dengan sejumlah barang yang dicurinya di pasar di Depok. (angga)

Tiga wanita pengutil dengan sejumlah barang yang dicurinya di pasar di Depok. (angga)

DEPOK (Pos Kota) – Perempuan 25 tahun ini terus menangis. Sesekali, ia memegang wajahnya yang perih bekas kena tempeleng di Pasar Depok Jaya.

Di sebelahnya duduk Delta (51) dan Wati (45). Keduanya juga sama, menangis. Tumpukan celana jins anak, pakaian anak juga sprei tergeletak di meja Polsek Pancoran Mas. Barang-barang itu curian itu yang membuat mereka diamuk massa lalu digelandang ke kantor polisi.

Lia, perempuan itu, mengaku mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi harian. “Suami pengangguran, dari mana saya dapat uang?” ujarnya, Selasa (5/1/2016). “Padahal saya punya satu anak perempuan 3 tahun. Dia perlu minum susu, saya nggak punya uang untuk beli susu.”

Meski mengaku mencuri namun Lia menolak disebut sebagai bagian dari sindikat pencuri. Ia mengaku datang ke pasar bersama tetangganya itu bukan naik mobil khusus. “Kami naik angkot,” katanya tanpa menjelaskan tujuan ke pasar yang jauh dari rumahnya. “Saya juga baru sekali ini mencuri.”

Dalam pemeriksaan, polisi mengungkap ketiganya naik mobil dari rumah mereka di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ada orang yang mengatur dan menurunkan mereka di pasar yang telah ditargetkan.

“Barang-barang yang mereka curi itu nilainya sekitar Rp1 juta,” ungkap Kapolsek Pancoran Mas Kompol Tata Irawan.

Ketiga wanita pengutil itu dijerat dengan pasa 363 KUHP tentang pencurian. Mereka terancam hukuman 5 tahun penjara. (angga/yp)