Thursday, 24 May 2018

Ke Dukun Mencari Penglaris Si Janda Malah Disikat Habis

Rabu, 6 Januari 2016 — 6:03 WIB

JANDA cantik memang banyak penggodanya. Seperti Ny. Murni, 30, dari Mojokerto ini contohnya. Dia ke dukun agar bisnis batu bata merahnya lancar, malah si dukun menggauli dirinya dengan mencatut nama prewangan. Paling menyakitkan, ketika Murni hamil 5 bula,  Mbah Wongso, 72, hanya siap kawin siri.

Menjadi janda di usia muda, bukanlah pilihan. Tapi jika takdir telah menentukan demikian, siapa yang mampu menolak kehendak Yang Di Atas? Nasib malang ibi benar-benar dialami oleh Ny. Murni dari  Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Maksudnya mendatangi dukun Mbah Wongso untuk cari penglaris, malah laris sendiri oleh kelakuan Mbah Wongso yang berbasis dukun cabul itu.

Setelah cerai dengan suaminya, Ny. Murni harus menghidupi dirinya sendiri dengan kerja banting tulang. Tapi bisnis batu bata yang digeluti selama ini tak membawa hoki, alias jarang pemesannya. Kemudian ada teman yang menyarankan agar Murni cari sarat pada dukun Mbah Wongso yang terkenal. “Namanya juga usaha Dik, siapa tahu cocok,” kata pemberi saran.

Sesuai dengan petunjuk tetangga, atau tetangga memberi petunjuk, Murni pergi ke dukun asal  Kecamatan Pungging. Sayangnya, hanya untuk pergi ke dukun tapi cara berdandan si janda seperti hendak pergi resepsi. Pakai kebaya, baju diberi parfum. Akhirnya, begitu ketemu Mbah Dukun, si dukun justru terangsang ingin mengajak begituan!

Saat Murni mempresentasikan keluhannya, Mbah Wongso justru berpikir bagaimana bisa menggauli si janda muda itu dengan cara seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya. Maklumlah, meski usia sudah kepala tujuh, tapi itu kan puser ke atas. Untuk puser ke bawah, Mbah Wongso sih masih 17 tahun alias masih doyan-doyannya pada perempuan cantik.

“Saya nanti ke rumahmu, Ndhuk. Sediakan kamar khusus, aku akan memberi terapi untukmu.” Kata Mbah Wongso yang ukuran celananya sudah berubah, dari S menjadi L. Dan  karena Murni sama sekali tak tahu isi jeroan si dukun, dia menurut saja atas segala saran dan petunjuk si dukun.

Sore harinya Mbah Wongso datang ke rumah Murni, dan langsung menuju kamar khusus yang telah disiapkan. Setelah bakar kemenyan dan menyiapkan kembang tujuh rupa, Mbah Wongso lalu mengangguk-anggukkan kepala. Katanya kemudian, tubuh Murni memang dalam kondisi kotor, sehingga mempersulit usaha bisnisnya. Untuk membersihkan, harus lewat persetubuhan. “Tapi ini kemauan prewangan saya lho, bukan kemauan saya pribadi. Saya hanya sekedar jadi pelaksana,” kata Mbah Wongso.

Yakin akan terapi Mbah Dukun, Murni pasrah saja. Maka si janda yang tadi pagi berpakaian ala Putri Solo, sore itu justru tak berpakaian sama sekali, seperti singkong siap direbus. Rejeki nomplok Mbah Wongso benar-benar dicucuk-cucukke (dimanfaatkan betul). Malam itu dia bisa menggauli Murni sebanyak 4 kali. Dan saat pulang minta transport Rp 100.000,-

Lain hari begitu pula, datang-datang langsung menggauli Murni. Hal ini terjadi berulang kali, dengan transport rutin Rp 100.000,- Tapi ternyata, meski sudah digauli berulang kali, bisnis batu bata Murni tak ada kemajuan. Yang maju justru perut Murni, menggelembung ke depan karena hamil 5 bulan.

Tentu saja Murni jadi kelabakan. Dia minta pertanggungan jawab Mbah Wongso, tapi sayangnya hanya siap menikahi secara siri. Tak puas dengan cara penyelesaian seperti itu, Mbah Wongso dilaporkan ke polisi dan langsung ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengakui, sangat bernafsu melihat penampilan Murni yang seperti Putri Solo itu. “Akhirnya saya pedayai dia,” ujar Mbah Wongso.

Kasihan, Putri Solo malah diplekotho (ditipu). (BJ/Gunarso TS)