Friday, 16 November 2018

Lokasi Pembuat Oli Palsu di Sukabumi Digrebek

Rabu, 6 Januari 2016 — 17:52 WIB
Lokasi rumah dan bengkel yang diduga dijadikan lokasi penggerebekan pembuatan oli palsu.

Lokasi rumah dan bengkel yang diduga dijadikan lokasi penggerebekan pembuatan oli palsu.

SUKABUMI (Pos Kota) – Jajaran Satreskrim Polres Sukabumi menggerebek rumah yang disulap menjadi tempat pembuatan oli palsu di Kampung Cibebergirang RT 03/04, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Selasa (5/1) sekira pukul 23.30 WIB ini diciduk pemilik usaha ilegal berinisial LS, 53. Modus LS dalam   melancarkan usahanya dengan cara membeli oli mesin kemudian dicampur dengan pewarna sesuai kebutuhan.

Merk oli yang dipakai di antaranya,   Pertamina Mesran, Yamaha Yamalube, Ahm oil MPX, dan Federal oil. Dalam satu hari, LS bisa memproduksi sebanyak satu dus berisi 24 botol oli kemasan.

Pantaun Pos Kota, Rabu (6/1), di lokasi penggerebekan tidak ada garis polisi dan bangunan tersebut sudah kosong. Namun, di sebelah lokasi terdapat sebuah bengkel mobil dan masih beroperasi.

“Saya tidak tahu semalam ada penggerebekan. Saya di sini ngontrak Kang,” cetus salah seorang pegawai bengkel.

Dari keterangan warga, LS merupakan asli kelahiran di kampung setempat. Dalam kesehariannya, LS terkesan tetutup dan kurang berkomunikasi dengan warga sekitar. Sepengetahuan warga, lokasi milik LS merupakan tempat berjualan spare park/onderdil mobil.

palsu oli

“Di situ jual onderdil kendaraan juga ada bengkelnya. Tapi kami jarang ketemu sama dia (LS). Kurang komunikatif orangnya. Kalau soal penggerebekan kami tidak tahu. Kami mungkin tengah tertidur. Tapi kata warga lainnya memang semalam melihat ada dua mobil, mungkin itu petugas,” ungkap tetangga LS, Ujang, 60.

Ketua RT Tak Tahu

Ketua RT 03, Wawan, 51, menuturkan dirinya tidak mengetahui adanya   penggerebekan pabrik oli palsu di wilayahnya. Soalnya, tidak ada informasi maupun pemberitahuan dari petugas.

“Tidak tahu. Memang tempat milik Pak LS itu awalnya bengkel dan jualan onderdil. Tapi setahu saya sudah tutup sekitar 4 bulan terakhir. Orang baik, tidak ada masalah dengan warga lainnya. Di bawah rumahnya memang ada tempat tapi dulu, mah, dipakai untuk penyimpanan rongsokan,” jelas Wawan.

Kapolres Sukabumi, AKBP M Ridwan membenarkan adanya penggerebekan lokasi oli palsu tersebut. “Iya benar. Kasusnya masih dalam penyelidikan. Tersangka masih menjalani pemeriksaan. Tapi untuk  lebih jelasnya silahkan ke Kasatreskrim,” singkat Ridwan. (sule/win)