Friday, 24 November 2017

Menantu Pemakan Segala Adik Ipar pun Diajak Mesum

Jumat, 8 Januari 2016 — 5:19 WIB
i

CIRI-CIRI hewan omnivore (pemakan segala) adalah, berdarah panas dan berkaki dua. Manusia macam Dulhadi, 47, rupanya “pemakan segala” juga. Bosen dengan pelayan istri, dia mulai melirik adik iparnya yang janda baru. Ketika skandal terbongkar, istri Dulhadi pilih tinggalkan Surabaya dan ikut anak di Sumedang.

Sifat dasar lelaki itu memang pembosan, tak pernah betah dengan kehidupan yang monoton. Maka bila lelaki beristri lebih dari satu,  banyak pula yang sesungguhnya bermotif demi melawan kejenuhan. Pejabat saja selalu ada penyegaran, kenapa istri tidak? Begitu jalan pikiran lelaki yang doyan perempuan.

Sebetulnya Dulhadi warga Bangunsari Surabaya ini juga termasuk lelaki pembosan. Tapi untuk poligami, dia merasa bahwa hanya kuat di onderdil, bukan materil. Soalnya, sekian lama berumahtangga, dia juga masih menumpang di rumah mertua, belum punya rumah sendiri. Dan memang tak berkeinginan memiliki rumah sendiri.

Mengapa Dulhadi lebih nyaman tinggal di Mertua Permai? Karena di sini dia punya mainan baru. Diam-diam dia sebetulnya naksir adik iparnya, Lia, 33, yang juga masih ikut orangtuanya, ketika dalam status janda. Melihat janda cantik nganggur, ukuran celana Dulhadi langsung berubah. Dia pengin sekali bisa mencicipi tubuh mulus adik iparnya itu. “Dibanding istrimu, ya jauh Mas. Lia bodinya masih full kaleng, jarang pakai pula,” kata setan yang agaknya pernah bisnis kendaraan bekas.

Dulhadi memang jago lobi perempuan. Karena menang medan, dia demikian mudah mempresentasikan gejolak cintanya. Dan karena Lia sesungguhnya juga sangat kesepian, akhirnya dia hanya bisa bertekuk lutut dan berbuka paha menghadapi serangan kakak ipar yang bertubi-tubi itu. Karena lagi-lagi medannnya sangat mendukung, tinggal di rumah mertua Dulhadi bagaikan punya bini dua saja. Bosen pada kakaknya,  menggilir adiknya. Begitu sebaliknya.

Lama-lama skandal itu terkuak. Yang marah tak hanya ibu mertua, tapi juga istri Dulhadi. Ny. Dulhadi karena malu punya suami pemakan segala, memilih tinggalkan Surabaya, ikut anak sulungnya di Sumedang (Jabar). Dan karena sang mertua juga tak sudi lagi punya mantu model Dulhadi, setelah cerai dan kemudian menikahi Lia, Dulhadi dilarang lagi numpang tinggal di rumahnya.

“Sini anak, sana anak, bagaimana saya nggak pusing.” keluh ibu mertua. Karena sudah dideportasi oleh mertuanya, Dulhadi yang kini bersiap-siap cerai, akan segera menikahi Lia dan tinggal di rumah kontrakan.

Dengan “kendaraan” baru, di rumah kontrakan anget juga kan? (BJ/Gunarso TS)