Wednesday, 12 December 2018

Polisi Paraguay Razia Markas Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan

Jumat, 8 Januari 2016 — 17:14 WIB
Mobil polisi diparkir di depan markas Conmebol di Asuncion, Paraguay.

Mobil polisi diparkir di depan markas Conmebol di Asuncion, Paraguay.

ASUNCION- Kejaksaan Paraguay merazia kantor Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (Conmebol) di dekat kota Asuncion, Paraguay.

Mereka menyatakan langkah itu sebagai bagian dari penyelidikan korupsi di FIFA yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Bulan lalu, Presiden Conmebol, Juan Angel Napout, warga Paraguay, diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuntutan hukum di sana.

Napout menyatakan diri tak bersalah atas dakwaan menerima uang suap jutaan dolar.

Kejaksaan Paraguay mengatakan mereka “mencari dokumen terkait pemberian hak komersial dan penyiaran untuk beberapa peristiwa olahraga”.

Pihak pengacara Conmebol, Alfredo Montanaro mengatakan penggerebekan itu “tak bertanggungjawab”.

Napout, 57 tahun, juga menjabat sebagai wakil presiden FIFA.

Ia ditangkap dalam penggerebekan di sebuah hotel mewah di Zurich, Swiss tanggal 3 Desember lalu.

Ia dituduh menerima uang suap terkait penjualan hak turnamen sepakbola di Amerika Selatan, dan mengundurkan diri menyusul penangkapannya.

Sementara itu, bekas sekretaris jenderal federasi sepakbola Guatemala, Hector Trujillo, dikenai dakwaan korupsi di Amerika Serikat dan sedang menjalani tahanan rumah.

Ia harus memakai alat monitor elektronik dan tak boleh bepergian lebih dari 80 km dari pengadilan federal di Brooklyn sebagai bagian dari pembebasannya dengan jaminan.

Penyelidikan FBI terhadap korupsi FIFA diawali oleh kontroversi penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, juga oleh proses lelang posisi tuan rumah Piala Dunia 2018.

Kini penyelidikan meluas ke arah segala transaksi FIFA dalam dua puluh tahun terakhir.

Menurut Amerika, perencanaan korupsi itu terjadi di Amerika dan menggunakan rekening bank Amerika untuk keperluan transfer uang. (BBC)