Tuesday, 17 October 2017

Jalani Vonis Siang Ini, Mantan Menag Berharap Bebas

Senin, 11 Januari 2016 — 10:20 WIB
Suryadharma Ali P21 1

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan menteri agama, Suryadharma Ali atau yang lebih dikenal dengan inisial SDA bakal menjalani babak akhir di pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan agenda putusan atau vonis, Senin (11/1) siang.

Dalam sidang ini, SDA yang duduk sebagai terdakwa, bakal mendengarkan bacaan putusan dari majelis hakim terkait perkara korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun anggaran 2010-2011 dan 2012-2013 serta penyimpangan Dana Operasional Menteri (DOM).

Kuasa hukum SDA, Humphrey Djemat berharap kliennya dapat divonis bebas atas semua tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Selama persidangan jaksa penuntut umum tidak bisa membuktikan dakwaannya bahwa SDA melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangannya. Kami berharap majelis hakim dapat memvonis bebas,” kata Humphrey saat dihubungi para wartawan, Senin (11/1).

Selain itu, Humphrey juga meyakini kliennya tidak bersalah menyalahgunakan dana operasional menteri (DOM) untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya. Pada 23 Desember 2015 lalu, JPU KPK telah menuntut SDA dengan pidana penjara selama sebelas tahun dan denda sebesar Rp750 juta subsider enam bulan kurungan. Dia juga dibebani dengan harus membayar uang ganti rugi kepada negara sebesar Rp 2,325 miliar. JPU juga menginginkan agar hak politik SDA dicabut selama lima tahun setelah vonis dijatuhkan.

SDA dinilai terbukti melakukan korupsi dengan memanfaatkan sisa kuota haji nasional untuk memberangkatkan kerabat dan orang-orang yang direkomendasikan komisi VIII DPR pada periode 2010 hingga 2013. Dia juga dinilai terbukti menyalah gunakan wewenang sebagai menteri agama dengan menunjuk langsung majmuah konsorsium pemondokan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi yang diusulkan komisi VIII DPR.

Menurut jadwa persidangan atas vonis SDA, akan dimulai pada pukul 13:00 WIB di pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.
(junius/sir)