Sunday, 18 November 2018

Lahan Tidur Disulap Jadi Lahan Pertanian

Senin, 11 Januari 2016 — 20:42 WIB
Salah satu kegiatan Walikota Airin Rachmi Diany saat panen padi di lahan tidur milik pengembang oleh petani di Kota Tangsel beberapa waktu lalu. (anton)

Salah satu kegiatan Walikota Airin Rachmi Diany saat panen padi di lahan tidur milik pengembang oleh petani di Kota Tangsel beberapa waktu lalu. (anton)

SERPONG UTARA (Pos Kota) – Sepanjang 2015, upaya memberdayakan lahan tidur atau kosong di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai cukup berhasil. Terbukti sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani rajawali, Kel. Pondok Jagung Timur panen padi.

“Alhamdulillah, puluhan petani di Kel. Pondok Jagung Timur yang berasal dari kelompok tani rajawali berhasil panen padi setelah bibit ditanam selama 3 bulan 10 hari,” kata Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) KOta Tangsel, Dadang Raharja, Senin (11/1/2016).

Padi yang dipanen sekitar 14,4 ton dari luas lahan sekitar 8 Ha dan sekitar 2 Ha dijadikan pertanian padi selama ini. Setiap hektar mendapatkan sekitar 7,2 ton gabah sehingga lahan yang mencakup 2 Ha mendapatkan sebanyak 14,4 ton gabah.

Ditambahkan Dadang Raharja, hasil panen padi tersebut langsung dijual ke masyarakat sekitar dan wilayah Kota Tangsel lainnya serta luar Kota Tangsel. Harga jual per Kg mencapai Rp 5.500/Kg.

Keberadaan lahan pertanian di Kota Tangsel diharapkan lebih maju dan dapat bertahan sehingga dapat memberikan keuntungan kepada petani yang ada. Bahkan, keberadaan kelompok tani di Tangsel diharapkan dapat terus bertahan dan ditingkatkan guna meningkatkan hasil panen secara maksimal.

“Walaupun Kota Tangsel tak memiliki lahan persawahan dengan keberhasilan kelompok tani rajawali melakukan panen padi tentunya dapat membuktikan bahwa pertanian di Kota Tangsel masih ada khususnya di Kel. Pondok Jagung Timur,” katanya.

Sebetulnya wilayah Kota Tangsel sendiri memiliki lahan pertanian seluas 136 Ha yang digarap warga setempat untuk pertanian karena sebagian besar lahan itu kini sudah dimiliki oleh pengembang. “Dengan lahan seluas itu tentunya penggarap atau petani di Kota Tangsel jika lahan tak dipergunakan atau menjadi lahan tidur dapat memproduksi gabah sekitar 952 ton gabah untuk sekali panen,” ujarnya. (anton/ruh)

Teks foto:
Salah satu kegiatan Walikota Airin Rachmi Diany saat panen padi di lahan tidur milik pengembang oleh petani di Kota Tangsel beberapa waktu lalu. (anton)