Friday, 21 September 2018

Komunitas TGP IN a Taste of Art

Tembok Kampus Ngga Bikin Kami Mati Gaya

Senin, 11 Januari 2016 — 20:02 WIB
komunitas-TINTA

DEPOK (Pos Kota) – Kegiatan belajar dan mengajar di kampus tidak membuat sekelompok mahasiswa ini ‘mati gaya’ untuk berkreatifitas. Malah sebaliknya, ilmu yang diperoleh dari akademis menjadi bahan untuk pengembangan kemampuan mereka dalam berkarya.

Hal tersebut dibuktikan oleh 240 anggota komunitas yang tergabung TINTA (TGP IN a Taste of Art). Sebuah komunitas yang tumbuh dan berkembang di Politeknik Negeri Jakarta tepatnya ada di jurusan TGP ( Teknik Grafika Penerbitan).

Izzuddin Jundi Robbani, Ketua Tinta, mengungkapkan TINTA berdiri pada 23 April 2014. “TINTA merupakan komunitas khusus untuk mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta khususnya jurusan Teknik Grafika Penerbitan yang ingin belajar dan mengolah bakat seni yang dimilikinya,” ujar Izzuddin saat ditemui poskotanews.com beberapa waktu lalu.

Meski bisa baru seumur jagung, namun prestasi yang ditorehkan komunitas ini tidak bisa dianggap remeh. Berbagai kegiatan diikuti. Dan hasilnya TINTApun memperoleh penghargaan yang cukup bergengsi.

“Dulu kita gak pernah berpikir kalo kita harus jadi juara, harus menang ini itu, atau ambisi-ambisi besar lainnya. Kita cuma jalanin apa yang kita suka bersama-sama teman yang emang satu semangat sama kita. Tapi ya namannya masih mahasiswa, uang di saku masih seadanya. Kadang kita tidur di pinggir jalan atau cari penginapan kurang dari 100 ribu tetapi cukup untuk 20 orang anggota Tinta untuk istirahat, saling berbagi apa yang kita miliki, dan lain-lain. Makan, tidur, susah, seneng, berjuang, eh sampe jadi juara bareng,” ungkapnya.

Hasilnya,komunitas ini banyak mendapatkan apresiasi, mulai dari penghargaan hingga piala, terutama dalam bidang seni visuali. Seperti :
– Juara 2 Lomba Mural Simposium Hukum Nasional, FHUI Depok.
– Juara 3 Lomba Mural Sinode GKMI, Semarang, Jateng.
– Juara Harapan 1 Lomba Mural Kampung Johar Baru, Jakarta.
– Juara Harapan 1 Lomba Mural Nasional, Sabang, NAD.
– Juara 1 Lomba Mural Nasional FT UNJ, Jakarta.
– Juara 2 Lomba Mural Nasional FT UNJ, Jakarta.
– Juara 3 Lomba Mural Nasional FT UNJ, Jakarta.
– Juara Harapan 1 Lomba Mural Untar, Jakarta.
– Juara 1 Stand Komunitas Terbaik, Depok.

Lebih lanjut Izzuddin menambahkan TINTA sendiri dibagi menjadi 6 divisi. Yaitu Divisi Visual, Divisi Musik, Divisi Teater, Divisi Sastra, Divisi Sinematografi dan Divisi Tari. Divisi Visual dan Divisi Musik masing-masing dibagi menjadi dua, Divisi Visual : Dept. Mural dan Dept. Fotografi, sedangkan Divisi Musik : Dept. Musik Kontemporer dan Dept Perkusi. Dengan total keanggotaan sebanyak 240 orang.

Untuk mengasah kemampuan anggota berbagai kegiatanpun dilakukan. Sekedar untuk tukar ilmu dan berdiskusi. Melalui berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong anggotanya untuk dapat percaya diri menampilkan karya-karya mereka ke publik.

Beberapa program kegiatan yang rutin digelar yaitu, latihan rutin pekanan (latihan masing-masing divisi), weekend workshop (lokakarya bersama seniman diakhir pekan), musik sore(momen apresiasi dan pertunjukan seni pada sore hari), Tinta art shop( distributor karya/merch ke publik yang lebih luas), nobis(media alternatif untuk mempublikasikan karya) dan holiday program(acara lokakarya dan tamasya pada liburan).

Acara yang pernah mereka ikuti yaitu berpartisipasi dalam rangka :
– Art Charity “Laugh For Love (dalam rangka hari AIDS sedunia), Gumati Cafe, Bogor.”
– Art Charity “Chartrity”, Ear House Cafe, Pamulang.
– Dongkrak Seni 2015
– Reaction UI 2015
– Dan Acara Seni Kolektiv lainnya.

“Komunitas TINTA selalu suka berkelana ke luar daerah untuk mencicipi budaya didaerah tersebut dan juga berkarya atau lomba. Sampai kepelosok negeri. Intinya mereka selalu percaya, kalau hasil itu sama sekali tidak pernah mengkhianati usaha,” pungkas Izzuddin.(PNJ-45/ruh)
.