Monday, 19 November 2018

Depok School Famiglia

Dukung Persija Sampai Mati!

Rabu, 13 Januari 2016 — 18:38 WIB
dsf

PERSIJA, klub sepak bola asal Jakarta bukan hanya milik warga Jakarta. Namun fanatisme terhadap klub kebanggan ibukota tersebut juga merambah hingga ke daerah lainnya. Termasuk Depok. Depok School Famiglia (DSF) menjadi embrio perkembangan The Jakmania – sebutan pendukung setuia Persija – di dsaerah perbatasan Jakarta tersebut.

Komunitas yang identik dengan warna oranye ini menjadi salah ‘capter’ The Jakmania yang paling setia mendukung Persija. Bagaimana tidak, bukan hanya saat berlaga di Jakarta, namun dukungan penuh terhadap Persija juga dilakukan disaat tim kesayangannya bertanding hingga keluar kota. seperti berlaga di Kota Solo, Malang, dan Jepara.

“Kami sangat setia mendukung Persija Jakarta berlaga di manapun dan kapanpun, intinya kami bakal dukung tim kesayangan kami sampe mati!,” ungkap Ketua DSF, Andindio Arif Pramesta, sat ditemui poskotanews.com beberapa waktu lalu.

Berdiri pada 8 November 2014, DSF telah memiliki anggota 200 anggota yang terdiri dari berbagai pelajar di Kota Depok. “Kita sangat terbuka dengan semua kalangan yang ingin bergabung di Komunitas DSF ini, syaratnya mereka yang ingin bergabung harus mencitai Persija Jakarta dengan tulus, tidak dengan cuma sekedar ingin kumpul-kumpul saja dan tidak dipungut biaya sepeserpun,” ungkapnya.

Lebih lanjut Andindio menceritakan sedikit sejarah tentang berdirinya The Jakmania. Menurut penuturannya ide terbentuknya The Jak Mania muncul dari manajer Persija Diza Rasyid Ali pada Oktober 1997 yang salah satu manajer perempuan pertama di tanah air.

Pada awalnya, anggota The Jak Mania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal saat itu.

dsf-2Pengurus The Jak Mania saat itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija, lambang tersebut bertahan sampai sekarang yang selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jak Mania.(PNJ-45/guruh)

  • imam narkoba

    hehehe… emang mau main di mana? kompetisi TARKAM ya? Kali nanti ada piala MENPORAK untuk kompetisi TARKAM.