Wednesday, 14 November 2018

Jakarta Inline Skate Community.

Bukan Hanya Olah Raga, Sepatu Roda Bikin Anak Muda Trendy

Kamis, 14 Januari 2016 — 17:57 WIB
inline-skate-1

DI era tahun 1990-an, sepatu roda menjadi permainan yang begitu digandrungi bagi kaum muda. Sampai-sampai di tahun 1991, sebuah film berjudul Olga dan Sepatu Roda sukses melambungkan dua nama aktris Desy Ratnasari dan Nike Ardilla.

Seiring berjalannya waktu, olah raga ini meredup. Bahkan tenggelam. Sepatu roda seakan ketinggalan jaman. Butuh waktu sekitar 10 tahun untuk menghidupkan kembali hobi olah raga ini. Kawula muda kembali antusias bermain sepatu roda menyusul dikeluarkannya desain baru. Dan kembali boomingnya sepatu roda di negara barat.

Momentum tersebut membuat sepatu roda bertahan hingga kini. Bahkan tumbuh komunitas-komunitas penghobi sepatu roda. Salah satunya Jakarta Inline Skate Community.

Ryan, salah satu pendiri komunitas Jakarta Inline Skate Community, mengungkapkan komunitas ini didirikan pada ,19 Januari 2015. Komunitas ini dibentuk oleh beberapa pemuda yang menyukai olah raga sepatu roda.

“Awalnya kita main sepatu roda sendiri-sendiri, nah akhirnya kita saling sapa, terus kumpul bareng dan pada awal januari 2014 kita spakat tuh buat bentuk komunitas ini,” kata Ryan, ditemui poskotanews.com, beberapa waktu lalu. Jakarta Inline Skate Community sendiri saat ini diketuai oleh Ndaru.

Menurut Ryan komunitas sepatu roda saat ini masih jarang, malah beberapa tahun kebelakang sempat tenggelam. Namun seiring berjalan waktu dari terbentuknya komunitas sepatu roda ini, peminat sepatu roda mulai meningkat. “Pertama latihan kita cuma 20-30 orang doang,”ujar Ryan.

Selama dua tahun berdiri keanggotaan komunitas ini makin bertambah banyak “Sekarang udah 100 orang yang aktif. Kalau di media sosial Facebook ada sekitar 1.000 lebih,” lanjutnya. Anggota di dalam komunitas ini tidak tergantung pada umur, mulai dari yang dewasa sampai anak-anak, perempuan dan laki-laki.

Menurut Ryan sepatu roda bukan hanya sekedar olah raga. Namun juga telah menjadi gaya hidup. Banyak anggota komunitas ini terlihat trendy dengan mengenakan sepatu roda.

“Main sepatu roda di komunitas ini juga ga perlu baju khusus yang penting punya sepatu roda, baju bebas bisa pake kaos, celananya jeans, pokoknya bebas deh,” ujar Ryan. Modal awal untuk masuk ke komunitas ini hanya harus menyukai sepatu roda. Meski tidak memiliki memiliki sepatu roda, warga yang minat bergabung dipersilah. Mereka diperbolehkan meminjam kepada anggota di dalamnya.

“Di sini juga kalo ada yang penasaran sama kegiatan kita, terus mau minjem pasti dipinjemin sama teman-teman. Selain itu juga untuk yang ingin gabung dan belum bisa sama sekali, pasti di bantu latihan dari basic, terus asal berani buat nyoba pasti bisa,” tutur Ryan.

Untuk masuk ke dalam komunitas Jakarta Inline Skate Community, selain memiliki spatu roda anggota baru akan dipungut biaya sebesar Rp10 ribu. Taman Menteng menjadi pusat tempat untuk berlatih komunitas ini, “Kita juga iuran uang perbulan sekitar seratusan untuk kebersihan di taman,” ungkap Ryan.

Untuk meningkatkan kemampuan bersepatu roda dalam seminggu seluruh anggota komunitas menggelar latihan sebanayk dua kali. Yaitu pada hari Jumat mulai 19.00-selesai di Taman Menteng dan hari Minggu mulai pukul 07.00 sampai pukul 11.00 di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

“Kalo latihan si setiap hari selalu ada yang latihan di Taman Menteng, tapi rutinnya Jumat dan Minggu,” tegas Ryan selaku pengurusan anggota.
Bagi yang pertama kali menyentuh sepatu roda, di dalam komunitas ini akan langsung dilatih mulai dari cara berjalan, cara mengerem, dan cara berdiri.

in-line-skate-2

Setelah melewati masa pelatihan, anggota dapat memilih latihan yang lebih sulit, seperti Slide atau ngerem freestyle, Selalom atau menari di atas kun dan Urban atau teknik meloncat. “D i komunitas ini, teknik beberapa anggota sudah berhasil meloncati 12 orang sujud berjejer, paling ektrem si seperti itu,” kata Ryan

Ryan juga mengukapkan dalam olah raga ini setiap anggota harus memiliki mental yang kuat, selain itu juga dalam olah raga ini memiliki resiko cidera yang cukup parah, mulai dari lecet-lecet hingga patah tulang.

Selain bersepatu roda Jakarta Inline Skate Community sendiri memiliki kegiatan lain, seperti bakti sosial dan jalan-jalan bareng anak skate. “Kita suka jalan-jalan ke luar kota, sekalian ngunjungin komunitas sepatu roda di kota itu, dan yang asik tuh. Mau kita dari mana pun, sesama komunitas skate pasti saling nyambut. Kita juga kalau kedatengan komunitas skate dari luar kota ke Jakarta kita sambut walaupun ngga kenal. Pokoknya ga ada perbedaan komunitas deh istilahnya saudara lah,” ucap Ryan.

Beberapa hari ke depan di tahun 2016 Jakarta Inline Skate Community juga akan merayakan HUT ke 1 dalam acara family gathering di Puncak, Jawa Barat. Untuk yang berminat masuk ke dalam komunitas ini bisa langsung datang ke Bundaraan HI setiap Minggu pukul 07.00-11.00.(PNJ-54/ruh)