Friday, 16 November 2018

Ketika Cinta Sudah Melekat

Kamis, 14 Januari 2016 — 5:39 WIB

KETIKA cinta sedang bersemi di antara hati kedua insan, tiba-tiba muncul persoalan yang menerpa mereka. Sang gadis memilih memutuskan cinta dari sang lelaki pujaannya. Mengapa? O, ternyata dia, si gadis cantik ini menderita penyakit yang konon kata dokter, tinggal menunggu waktu, akan merenggut nyawanya.

Jadi, kata sang gadis, dia tak mau membebani penderitaan si cowok, kalau dia tidak berumur panjang lagi? Nah, dia mengambil keputusan menghilang.

Apakah benar si gadis kemudian meninggal? O,soal mati hidup sebenarnya itu urusan Tuhan. Karena  sang cowok, digambarkan dalam cerita film tersebut, ternyata  meninggal lebih dulu. Dia jatuh sakit, patah hati ditinggal sang cewek. Begitukah hebatnya cinta?

Ya begitulah, kalau yang namanya cinta sudah melekat, bisa mengalahkan semuanya. Apakah saat ini ada yang sedang jatuh cinta? Cinta pada kekasih, kepada harta benda, pada kekayaan yang melimpah, dan cinta banget pada kekuasaan?  Cinta pada jabatan yang sedang disandang sampai ketika mau diganti langsung jantungan, jatuh sakit dan menggelepar-gelapar? Oh, kasihan!

Kalau boleh saling mengingatkan, janganlah terlalu cinta pada jabatan yang disandang. Ingat semuanya hanya titipan. Mengapa dicopot dari jabatan, itu harus diambil hikmahnya.

Banyak sebab musababnya. Misalnya, mungkin dianggap tidak mampu mengemban amanah? Itu negatifnya. Tapi positifnya, siapa tahu itu memang kehendak Yang Maha Agung. Misalnya, kalau terus  memegang jabatan, bakalan ikutan korupsi. Kalau nggak korup sendirian, ya beramai-ramai?  Kalau begitu harus bersyukur, telah terlepas dari kejahatan besar?

Seperti kisah cinta di atas, sakit memang mengambil keputusan, bahwa harus lepas dari cinta yang sedang berkobar? Tapi itu pilihan, lebih baik sakit sekarang dari pada sakit berkepanjangan di dunia dan akhirat?    – massoes