Monday, 19 November 2018

Istri Kena Senjata Tetangga dan Senjata Makan Tuannya

Jumat, 15 Januari 2016 — 5:27 WIB

MESKI istri dibawa lari tetangga, Ismail, 45, tak bermaksud membunuh Irwan, 40, sebagai pelakunya. Tapi Irwan rupanya tak tahu diri, bahkan menyerang duluan. Kebetulan Ismail punya ilmu bela diri, sehingga ketika berkelahi melawan Irwan, senjata pisau Irwan justru menusuk dadanya sendiri hingga wasalam.

Wanita usia 40 tahunan memang sedang mengkel-mengkelnya, alias STNK (Setengah Tuwa Ning Kepenak). Bagi suami merupakan hal biasa, tapi bagi lelaki lain bisa bikin ndut-ndutan. Maka banyak terjadi dalam kehidupan, istri sudah punya banyak anak, bahkan  sudah bercucu, bisa digondol lelaki lain gara-gara terkena jurus maut. Lupa pada suami dan anak, perempuan gatelan itu jadi lebih berat pada PIL-nya.

Salah satu wanita gatelan itu adalah Ny. Mundiyah, 40, warga  Teluk Tiram Kecamatan Banjarmasin Barat. Tahu bahwa ada lelaki tetangga mengincar dirinya, justru menjadi sebuah kebanggaan. “Sudah tua begini, masih laku juga saya ya?” ujarnya sambil berkaca, putar tubuh ke sana kemari.

Bagi wanita normal pada umumnya, tentu lalu menjaga jarak pada lelaki itu, bahkan ada yang mengadu pada suami. Tapi Mundiyah bukan begitu, justru diam-diam mencoba meladeni, sekedar cari pengalaman, katanya. Maka Irwan justru diberi umpan, dan karena lelaki tetangga itu benar-benar lelaki subita (suka bini tetangga), tentu saja makin menjadi. Sekali waktu Mundiyah berhasil dibawa pergi oleh Irwan dan…..digauli. Lho, kok enak tenannnn?

Sejak itu hubungan gelap antar tetangga itu makin berlanjut. Ketika Ismail tahu, skore sudah 4-0. Karena Ismail kasihan jika rumahtangganya berantakan, dia memaafkan Irwan dengan catatan, takkan mengulangi permufatakan jahat demi kenikmatan sesaat itu. Sebagai bukti keseriusan Irwan, dibikin pula surat pernyataan bermeterai, meski tak sampai didaftarkan ke kantor notaries.

Ternyata janji tinggal janji, Irwan kembali mengganggu istri  Ismail, bahkan dibawa lari ke lain kampung. Lagi-lagi demi keutuhan rumahtangga dan kehormatan keluarga semesta, Ismail tak akan marah. Dia menyusul Mundiyah agar pulang bersama-sama, tanpa gelang sipatu gelang.

Alangkah kagetnya, ketika dia menyusul ke TKP (Tempat Kejadian Perselingkuhan), justru mendapatkan Mundiyah sedang melayani hubungan intim Irawan. Tentu saja amarahnya naik. Dia tegur Irwan, tapi justru dijawab dengan serangan senjata pisau. Untung saja Ismail punya ilmu bela diri, sehingga tantangan Irwan itu diaggap keciiiil……..

Ismail melawan dengan tangan kosong. Irwan melayangkan serangan pisaunya, tapi bisa ditangkis, bahkan tangan Irwan itu bisa diputar dengan cepat, sehingga pisau itu mengenai dada Irawan sendiri. Karena lukanya sangat fatal, Irwan pun wasalam di tempat. “Saya  tak bermaksud membunuhnya, dia tertusuk pisau sendiri,” kata Ismail.

Gara-gara senjata, akhirnya jadi senjata makan tuan. (JPNN/Gunarso TS)