Tuesday, 13 November 2018

Kejujuran Sekolah Salah Satu Syarat Ikut SNMPTN dan SBMPTN

Jumat, 15 Januari 2016 — 21:12 WIB
M Nasir menyaksikan kerjasama panitia SNMPTN-SBMPTN dengan Telkom. (Inung)

M Nasir menyaksikan kerjasama panitia SNMPTN-SBMPTN dengan Telkom. (Inung)

JAKARTA (Pos Kota)- Menteri Ristek dan Dikti M Nasir menegaskan bahwa seleksi mahasiswa baru baik melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN akan memanfaatkan indeks integritas ujian nasional (UN) SMA/SMK/MA. Koneksitas ini dilakukan menyesuaikan dengan kebijakan Kemendikbud terkait indeks integritas sekolah yang diumumkan setiap tahun.

“Periode lalu kita hanya melihat hasil UN sebagai bahan pertimbangan, tetapi saat ini menjadi satu komponen penilaian, menjadi unsur penting seleksi mahasiswa baru,” jelas Nasir pada peluncuranĀ  SNMPTN-SBMPTN 2016, Jumat (15/1).

Diakui Nasir selama ini anak-anak masuk SNMPTN berdasarkan nilai raport. Nilai ini nantinya akan juga dilihat tingkat kejujuran masing-masing sekolah di Indonesia.

“Dengan seperti ini maka kita harapkanĀ  2017 semua sekolah berlomba-lomba untuk jujur dalam menilai termasuk penyelenggaraan UN,” lanjutnya.

Indeks integritas ini akan memanfaatkan siswa dari sekolah yang sama untuk mahasiswa yang sudah diterima pada PTN tahun lalu. Melalui pemantauan hasil studi bisa diketahui apakah nilai raport adik kelasnya memang jujur dan sesuai kualitas sekolah atau ada manipulasi data.

Selain memasukkan indeks integritas, tahun ini dijelaskan Menristek, pemerintah juga mulai menyelenggarakan tes seleksi melalui jalur online atau CBT disamping jalur tertulis konvensional.

Jalur online ini diakui Nasir semakin menarik calon mahasiswa seiring makin meningkatnya penggunaan internet dalam kehidupan masyarakat.

Agar jalur tes online ini, Nasir sudah meminta agar PT Telkom memperbaiki jalur koneksi utamanya untuk wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Selama ini wilayah-wilayah tersebut sering menemukan masalah dalam hal koneksi data internet. (Inung)