Wednesday, 13 December 2017

Kendati Musim Rendeng, Petani Kandanghaur Tetap Kesulitan Air

Selasa, 19 Januari 2016 — 21:02 WIB
deng

INDRAMAYU (Pos Kota)  – Petani di Indramayu  pada kebingungan, seharusnya bulan Januari  sudah musim tanam rendeng (musim hujan), nyatanya  mereka kesulitan air. Hal itu disebabkan air irigasi tidak ada, sedankanhujan belum juga turun merata.

Akibatnya, kata H.Waryono Tokoh Petani Desa Karang Mulya, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jabar,  ribuan hektar sawah petani masih kosong karena belum ditanami padi. Bahkan, banyak  petani yang telanjur membuat lahan persemaian, namun bibit padinya keburu mati
sebelum ditanam.

Tokoh Petani Desa Karang Mulya, H Waryono, mengatakan, pada bulan Desember 2014 itu  seharusnya sudah masuk  musim rendeng yang ditandai tingginya  curah hujan. Kenyatannya  keadaan air baik di Saluran Irigasi maupun air hujan masih belum ada.

Para petani sudah berusaha  agar air irigasi bisa memasuki pesawahan. H Waryono beserta para petani yang lain nekad berangkat menjemput air irigasi dengan menelusuri saluran air irigasi sampai ke Bendung Rentang melalui Pintu Air Sumur Watu.

H Waryono bersama Tokoh Petani yang lain seperti B.Arsitem dan R Suryadi serta sejumlah petani berniat melaksanakan tawasulan  meminta kepada Allah SWT agar  air irigasi yang sangat dibutuhkan para petani segera menggenangi pesawahan.

Debit Air Belum Mencukupi

Kepala UPTD Pengairan  Udiono, SP dijumpai Pos Kota  di  kantornya kemarin  mengakui bulan Januari 2016 ini sebenarnya sudah mulai musim tanam rendeng.  Akan tetapi air dari Rentang  debitnya belum mencukupi untuk mengairi sawah.

Kondisi berbeda, di  Kecamatan Kroya, khususnya  di Desa Sukaselamet, di sana dibuatkan pompa air, karena ada sumber air sehingga petani  sudah bisa menanam padi. Di Kecamatan Patrol pun demikian, air irigasi ke sawah petani bersumber dari Saluran Sekunder Salamdarma yang debitnya cukup bagus sehingga sudah ada yang tanam.

Sedangkan nasib sawah petani di Kecamatan Gabuswetan airnya tidak mencukupi. Air irigasi hanya sampai ke Desa Kedungdawa. Pesawahan di Desa Gabuswetan belum kebagian air irigasi. (taryani/win)