Friday, 20 September 2019

Sektor Konstruksi Rajai Kecelakaan Kerja di DKI

Selasa, 19 Januari 2016 — 13:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri apel bulan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 2016 di lokasi pelaksanaan proyek konstruksi gedung St. Regis PT. Greenland Rajawali Utama, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2016). (julian)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri apel bulan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 2016 di lokasi pelaksanaan proyek konstruksi gedung St. Regis PT. Greenland Rajawali Utama, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2016). (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) DKI Jakarta, Priyono, mengatakan angka kecelakaan kerja di Ibukota masih tinggi. Menurutnya angka kecelakaan paling tinggi terjadi pada tempat kerja sektor konstruksi.

“Untuk itu, kami menggelar apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2016, bertempat di lokasi pelaksanaan proyek konstruksi gedung St. Regis, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, yang dibangun PT Greenland Rajawali Utama,” ujar Priyono, Selasa (19/1).

Priyono menambahkan pemilihan lokasi apel K3 wilayah Provinsi DKI Jakarta di lokasi pelaksanaan proyek konstruksi bangunan didasarkan pada masih tingginya kasus kecelakaan kerja pada tempat kerja sektor konstruksi. “Perlindungan terhadap para pekerja pada sektor jasa konstruksi belum maksimal, ditandai dengan banyaknya kecelakaan kerja dan belum terpenuhinya standar keselamatan kerja,” ujarnya.

Hal tersebut antara lain tercermin dalam data kecelakaan di wilayah hukum DKI Jakarta berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Kanwil DKI Jakarta bulan Januari s/d Desember 2015 sebagai berikut: (1) Kasus kecelakaan kerja sebanyak 5.567 kasus dengan kerugian / klaim jaminan keselamatan kerja (JKK) sebesar Rp 150 miliar dan klaim jaminan kematian (JKM) sebesar Rp 68 miliar. (2) Kasus kecelakaan kerja Sektor Jasa Konstruksi banyak 363 kasus dengan kerugian / klaim JKK sebesar Rp 7 miliar.

Priyono menambahkan pelaksanaan Bulan K3 dilakukan selama satu bulan, terhitung mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2016 mendatang. “Implementasi kegiatan K3 dilaksanakan secara terus-menerus dan berkesinambungan,” katanya.(joko/ruh)