Sunday, 18 November 2018

Komunitas Hoki Wild Panthers

Anak Tiri yang Banjir Prestasi

Rabu, 20 Januari 2016 — 13:43 WIB
Komunitas Hoki, Wild Panthers

Komunitas Hoki, Wild Panthers

HOKI. Nama olah raga ini memang belum cukup populer di Indonesia. Namun bukan berarti olah raga tersebut tidak ada peminatnya. Keterbatasan sarana dan prasaran tidak menyurutkan mereka untuk menyalurkan hobinya.

Bahkan bukan hanya sekedar memenuhi dahaga akan hobinya, namun sekumpulan penghobi olah raga ini juga telah banjir prestasi. Tergabung dalam Wild Panthers, komunitas hoki ini telah mengantongi berbagai prestasi baik tingkat nasional maupun internasional.

Ditemui poskotanews.com, Fajar, salah satu anggota komunitas Wild Panthers, mengungkapkan bahwa komunitasnya merupakan wadah untuk para pecinta olahraga Hoki. Lebih lanjut Fajar menjelaskan bahwa masih banyak yang bertanya apa itu Hoki? Hoki merupakan olahraga yang biasa dilakukan 12-15 orang dalam satu tim namun hanya 5 orang yang akan bermain selama beberapa menit. Pemain akan dirotasi/diganti satu sampai dua menit sekali.

Olahraga ini sama seperti olahraga bola, sama-sama merebut bola dan memasukkan bola ke gawang lawan. Tapi bedanya olahraga Hoki menggunakan stik untuk menggiring bola ke gawang lawan. Bola yang digunakan juga berbeda dengan bola pada umumnya.

“Olahraga Hoki tidak meski dilakukan di atas lantai es. Tapi juga bisa dilakukan di atas permukan semen, aspal atau lantai biasa. Seperti kami di Wild Panters, bermain di atas lapangan dengan menggunakan sepatu roda tentunya,” ungkap Fajar.

Tercatat sebanyak 1998 anggota terdapat di komunitas yang dibentuk pada tahun 20 Januari 1996 oleh Frans Budi. “Rata-rata yang bergabung dalam klub ini usianya 15-45 tahun tapi ada juga anak kecil yang bergabung di dalam klub ini,” ujar Fajar.

Meksi keanggotaan komunitas ini cukup banyak namun tetap saja Hoki, dikatakan Fajar belum mendapat perhatian pemerintah. Sehingga tidak jarang untuk mengikuti berbagai kejuaran, komunitas Wild Panthers berinisiatif sendiri. Padahal beberapa event yang diikuti juga kerap membawa nama bangsa Indonesia.

“Sampai saat ini klub kami belum mendapat perhatian dari pemerintah. Selama ini kita sering mengikuti acara atau kompetisi yang bersifat nasional maupun Asia atas inisiatif kita sendiri sih. Walapun pun dulu kami di bawah naungan PERSEROSI tapi tetap tidak ada perhatian. Kita pun kayak anak tiri hehe. Dan sekarang-sekarang ini saya lagi mau coba ke FORMI soalnya lagi ramai juga kan karena ada TAFISA 2016,” ungkap Fajar.

Meski demikian Fajar bersyukur, ketiadaan perhatian pemerintah tidak menyurutkan semangat seluruh tim saat mengikuti sebuah kompetisi.

Ini dibuktikan dengan deretan prestasi yang diraih.

– Juara 1 Junior Antar Club Ulang Tahun Jakarta di Kemayoran di tahun 1997
– Juara 1 Pra-Junior Antar Club Ulang Tahun Jakarta di tahun 1997
– Juara 3 Junior Skate Park Arena senayan 1998
– Juara 1 pra-junior skate park arena senayan 1998
– Juara 1 junior kejurnas 1999, Senayan, Jakarta
– Juara 1 pra junior super ice hockey 2000, Kelapa Gading, Jakarta
– Juara 2 junior super ice hockey 2000, Kelapa Gading, Jakarta
– Juara 2 paguyuban in-line hockey 2000, Lebak Bulus , Jakarta
– Juara 3 kejurnas 2001, Surabaya
– Juara 1 kejurnas monas 2003, Jakarta
– Juara 1 Kejurnas kualifikasi pra PON 2004, Serang
– Juara 1 kejurnas antar master 2004, Surabaya
– Kontestan pada ASIA PACIFIC CUP 2004 & 2005, Singapore
– Juara 3 Mission Cup 2006, Singapore
– Juara 1 Indonesia InLine Skate Championship 2009, seri-2 di Jakarta.
– Posisi 5 (dari 10 tim) di Malaysia In line Hockey Tournament 2010, Malaysia.
– Juara 1, Surabaya Weekend Hockey Tournament, 26 – 27 November 2011
(PNJ-35/ruh)