Thursday, 19 July 2018

DPR: Pemerintah Tak Perlu Beli Saham Freeport

Kamis, 21 Januari 2016 — 10:00 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Iskan Qolba Lubis.

Anggota Komisi VII DPR RI Iskan Qolba Lubis.

JAKARTA – Kalangan DPR meminta pemerinah bersikap tegas terhadap status kontrak karya PT Freeport Indonesia yang habis pada 2021. Termasuk soal divestasi, Freeport telah menawarkan 10,64 persen sahamanya. Pemerintah jangan buru-buru beli, bahkan tak perlu.

“Jika evaluasi Kementerian ESDM terhadap PT FI hasilnya lebih banyak kerugian, saya minta untuk tidak melanjutkan kontrak tersebut,” kata Iskan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Dirjen Minerba, PT Freeport Indonesia, dan lainnya di DPR, Rabu (20/1/2016).

Jangan sampai, lanjutnya, belum jelas status kontraknya, sudah diperdagangkan sahamnya, Oleh karena belum ada kejelasan mengenai kontrak tersebut, Iskan berharap Kementerian BUMN tidak terburu-buru untuk membeli 10,64 persen divestasi saham yang ditawarkan  PT FI.

“Tidak perlu dibeli sahamnya, karena jika dibeli dan tidak jadi perpanjangan kontrak di tahun 2021, maka negara akan rugi,” katanya.

Politisi PKS ini menegaskan, pemerintah sebenarnya dapat mengambil alih PT FI tanpa membeli saham divestasi yang ditawarkan. Pengambilalihan oleh negara tersebut dapat terjadi jika pemerintah tidak memperpanjang kontrak selambat-lambatnya dua tahun sebelum kontrak habis, yaitu di tahun 2019.

Saham Akan Kembali

“Di sini kedaulatan negara dimana? Seharusnya jika ada atau tidak ada divestasi, saham ini kembali ke negara. Jadi, kalau pemerinth tidak beli, maka harus balik ke negara,” tegasnya.

“Saya  harap  pemerintah tegas. Ketegasan pemerintah  akan semakin memperkokoh kedaulatan negara. Tapi, bukan karena anti terhadap investasi asing,” tambahnya.

Seperi diketahui, penawaran saham tersebut merupakan amanat yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Mineral dan Batubara. Dalam PP 77/2014 tersebut, PT FI diwajibkan mendivestasi sahamnya sebesar 30 persen hingga tahun 2019.

Saat ini, Indonesia memiliki 9,36 persen saham, sehingga secara bertahap PT FI mengajukan kembali penawaran saham sebesar 10,64 persen tersebut. Adapun 10% saham lagi harus ditawarkan sebelum 2019. (win)

Terbaru

Ibnu Hajar Tanjung. (chotim)
Kamis, 19/07/2018 — 23:59 WIB
Gerindra Targetkan 15 Kursi di DPRD Kota Bekasi
Ilustrasi
Kamis, 19/07/2018 — 23:39 WIB
Tersangka Pembunuh Pelajar Dibekuk Polisi
Kapolres Purwakarta AKBP Twedi AB dan jajarannya, Pj Bupati Purwakarta M Taufiq B Santoso, TNI, para Kadis Pemkab Purwakarta serta masyarakat nobar Film 22 Menit di Transmart Resinda Karawang, Kamis (19/07/2018). (dadan)
Kamis, 19/07/2018 — 23:32 WIB
Polres Nobar Film Soal Bom Thamrin
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana membesuk Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat, yang dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. (instagram jokowi)
Kamis, 19/07/2018 — 23:21 WIB
Masih Lemas, SBY Pulang dari RSPAD
*dok
Kamis, 19/07/2018 — 23:15 WIB
Pertemuan Prabowo dengan SBY Dijadwal Ulang