Sunday, 23 September 2018

Indonesia Borong Tiga Penghargaan Pariwisata

Kamis, 21 Januari 2016 — 14:33 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya. (ist)

MADRID (Pos Kota) – Indonesia memborong tiga penghargaan di forum pariwisata paling bergengsi United Nation World Tourism Organization  UN-WTO (Badan PBB yang mengurus pariwisata) yang acara penghargaan dilangsungkan di Madrid Spanyol, 22 Januari 2016.

Menteri Pariwisata Arief Yahya   menjawab keraguan khalayak terkait kemampuan “menekuk” rival utama di kawasan Asean,  Malaysia dan Thailand.

“Kalau main bola, kami sudah unggul 7-0! Dunia internasional sudah melihat Wonderful Indonesia mengalahkan Truly Asia Malaysia. Ini modal  untuk memperkuat brand value kita, mendongkrak country image, menaikkan trust dan ujungnya menghasilkan lebih banyak kunjungan wisatawan ke Indonesia,”  tagas Arief Yahya.

Keberhasilan Wonderful Indinesia diperoleh dari 3 award UN-WTO di Madrid. Lalu 3 award di halal tourism dunia yang digulirkan di Abu Dhabi, UAE dan di World Economic Forum (WEF) dalam Competitiveness Index yang mencantumkan  Indonesia menempati peringkat  47, sedangkan Malaysia di posisi 96.

Di ajang UN-WTO ke-19  Madrid, Kementrian Pariwisata  mengusulkan secara resmi 3 andalan Indonesia.  Bahkan  sekitar Oktober 2015, Arief Yahya yang mantan Dirut PT Telkom ini, mempresentasikan satu per satu secara detail, tiga unggulan Indonesia tersebut di depan jur.

Alhasil, Kabupaten Banyuwangi tampil sebagai pemenang UN-WTO Awards in Innovation in Public Policy and Governance dengan temanya: Re-inventing the Local Government in Tourism, Culture and Tourism Banyuwangi Regency Office, Indonesia. Banyuwangi mengalahkan Responsible Tourism and Free of Crime, ALcaldia Medellin, Columbia, dan East Africa Tourism Platform, Kenya.

Penghargaan kedua diterima Indonesia melalui kategori UN-WTO Awards for Innovation in Enterprises. Garuda Indonesia dan Coca Cola Amtil Indonesia menjadi runner up pertama dengan tema “Bali Clean Up” Runner up keduanya First Professional Experience Project Melia Hotels International, Spanyol. Juara satu di kategori ini adalah Treetop Wlaking Path, Anyksciai Tehional Park Direction, Lithuania.

Sedang penghargaan ketiga diterima Indonesia adalah Yayasan Karang Lestari, Coral Reef Reborn in Pemuteran Bali. Dia masuk the first runner up dari kategori UNWTO Award for Innovation in Non-Governmental Organizations. Runner up kedua, Children in the Wilderness, Afrika Selatan. Adapun pemenang pertamanya, Sisterhood of Survivor Program, Sasane, Nepal.

Awarding itu sendiri dihadiri oleh sekitar 500 undangan dari seluruh dunia. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Malaysia, Datuk Moh. Nasri dan rombongan juga hadir dan antusias di Madrid. Puluhan menteri pariwisata dari berbagai negara juga menyimak satu demi satu pemenangnya.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Tetap RI untuk UNWTO, Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol Yuli Mumpuni Widarso, Bupati Banyuwangi Abdullah Aswar Anas, Bupati Buleleng Bali, Putu Agus, Asdep Eropa, Amerika, Timur Tengah Nia Niscaya, Markom Kemenpar Noviendi Makalam dan beberapa staf Kemenpar.

Menpar Arief Yahya yang sedang menghadiri ASEAN Tourism Fair (ATM) 2016 di Manila, Filipina pun berkali kali menerima ucapan selamat atas penghargaan yang prestisius itu.

International Award UN-WTO, lanjut Arief Yahya yang juga sukses jadi Marketeer of The Year 2013 itu, akan menaikkan level image Wonderful Indonesia di masyarakat dunia. Ini terkait yang mengeluarkan adalah lembaga yang kredibel, international standart, dan punya reputasi panjang.

“Apapun, saya berterima kasih pada Malaysia, karena sudah menjadi pemantik spirit pariwisata kita. Kami termotivasi untuk mengalahkan Malaysia, sampai ke jumlah devisa di 2019,” jelas Arief Yahya. (prihandoko)