Tuesday, 18 December 2018

Indonesia Borong 3 Penghargaan Pariwisata ASEANTA

Sabtu, 23 Januari 2016 — 14:39 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya. (ist)

MANILA  (Pos Kota) – Sukses kembali dipetik Wonderful Indonesia dengan memborong 3 dari 6 penghargaan yang diperebutkan dalam Forum ASEAN Tourism Association (ASEANTA) 2015, Jumat (22/1) malam, di Manila , Filipina.

Dua pengahargaan lainnya direbut rival utama Malaysia, dan satu sisanya diambil Singapore. Ibarat pertandingan, skor Indonesia-Malaysia 3-2 di asosiasi pariwisata yang mengangkat tema One Community for Sustainability di kawasan itu.

Sebelumnya, Indonesia telah berhasil memborong tiga penghargaan tingkat dunia yang digelar lembaga pariwisata PBB di Madrid, Spanyol, pekan lalu.

Ketiga kategori yang berhasil diboyong adalah: Kategori Best ASEAN Tourism Photo, Agung Parameswara dengan karya fotografi berjudul “Morning In Bromo, Indonesia.”

Foto bidikan anak Bali ini mengambil angel pemandangan Bromo, salah satu dari 10 destinasi prioritas nasional. Foto dengan bingkai pariwisata yang amat mengesankan.

Kategori lainnya adalah, Best ASEAN Cultural Preservation Effort, yang dimenangi Saung Angklung Mang Udjo, Bandung. Tokoh yang amat concern dengan musik tradisional Sunda, Jawa Barat. Hadiah itu diterima Taufik Hidayat, Manajer Saung Mang Ujo.

Sedang, kategori ketiga yang berhasil mengalahkan lawan-lawannya adalah Best ASEAN Travel Article, dengan tema “The Perfect Wave” di Colour Magazine, Garuda Indonesia. Sentot Mujiono, Vice President Asia Region yang menerima award itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya  mengaku banggga  mendampingi para penerima piala. Begitupun Wakil Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Mas Ermieyati binti Syamsudin dan Singapore yang turut di atas stage dengan latar belakang big screen multimedia.

“Kemenangan itu direncanakan. Awarding di level regional dan global itu harus kita rebut. Istilahnya kalibrasi, yakni kalau kita mengikuti kriteria yang berstandar internasional, yang sudah teruji dan terbukti di destinasi kelas dunia, itu sudah pasti baik. Otomatis, objek wisata kita juga available dengan wisman yang sudah berpengalaman internasional juga,” tegas Arief Yahya. (prihandoko)