Wednesday, 26 September 2018

Aneh, di DPRD Purwakarta ada Komisi Hanya Diisi Tiga Anggota

Selasa, 26 Januari 2016 — 9:03 WIB
Suasana rapat paripurna DPRD Purwakarta

Suasana rapat paripurna DPRD Purwakarta

PURWAKARTA (Pos Kota) – Sepanjang sejarah baru kali ini terjadi kejomplangan dalam penyusunan formasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Purwakarta, Jawa Barat. Ada komisi hanya ditempati dua dan tiga anggota.

Sekjen Partai Hanura Kab Purwakarta Priyatna Kusuma mengkritik tajam formasi AKD saat ini. “Ini kemunduran dari kinerja legislatif periode lalu. Masa ada komisi yang hanya di isi oleh 2 dan 3 orang anggota dewan,” ungkap Priyatna kepada Pos Kota, Selasa (26/1).

Priyatna menduga putusan AKD tidak yang tidak mencerminkan proporsional ini kental kepentingan politik. Sudah barang tentu menguntungkan salah satu parpol tertentu dilegislatif.

“Ketua DPRD bukan lagi milik parpol pengusungnya tetapi kedudukannya di DPRD mewadahi seluruh anggota dari beragam parpol. Dia refresentasi seluruh anggota,” tegasnya.

Protes keras juga dilayangkan Ketua Fraksi PKB, Hidayat. Dia menilai, hasil rapat paripurna AKD tidak mencerminkan proporsional sebagaimana diamanatkan tatib dan terkesan dipaksakan. Ini berdampak terganggunya kinerja dewan.

“Padahal, kami sudah minta untuk dipending, tetapi tuntutan ini diabaikan,” sesalnya.

Dia menjelaskan, sesuai tatib penyusunan AKD harus proporsional menyesuaikan dengan pembidangannya. “Idealnya sesuai bidang, setiap komisi diisi 9,10 dan 11 orang. Saat ini ada komisi di isi 2 dan 3 orang. Kan lucu,” ujarnya.

Hidayat menilai, hasil AKD yang tidak proporsional ini lantaran ketua dewan tidak membangun komunikasi politik dengan seluruh pimpinan fraksi. “Kalau saja ketua dewan membuka kran komunikasi tadi, hal ini mungkin tak akan terjadi,” sesalnya.

Rapat paripurna penyusunan AKD Jumat (22/1) kemarin dipimpin Ketua DPRD Purwakarta Sarip Hidayat dan tiga Wakil Ketua DPRD Warseno, Neng Supartini, dan Sri Puji Utami menetapkan Komisi 1 ditempati 17 anggota dewan, Komisi II 3 orang, Komisi III 18 orang dan Komisi IV 2 orang. (dadan)