Tuesday, 16 July 2019

Jokowi Bahas Perbatasan dan Ekonomi Dengan PM Timor Leste

Selasa, 26 Januari 2016 — 19:19 WIB
Presiden Jokowi dan PM Rui Maria Araujo menyampaikan hasil pertemuan bilateral di Kantor PM, Dili, Timor Leste (26/1). (setkab.)

Presiden Jokowi dan PM Rui Maria Araujo menyampaikan hasil pertemuan bilateral di Kantor PM, Dili, Timor Leste (26/1). (setkab.)

JAKARTA (Pos Kota) – Pertemuan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri  Timor Leste Rui Maria de Araujo membicarakan perbatasan kedua negara. Sebab sebelumnya, Timor Leste menjadi sorotan karena memperluas wilayahnya ke Indonesia.

“Indonesia dan Timor Leste berkomitmen untuk mempercepat menyelesaikan perundingan perbatasan Indonesia –Timor Leste,” kata Jokowi dalam siaran persnya yang disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Selasa (25/1). Dalam kunjungannya ke Timor Leste, Jokowi didampingi Ibu Negara Ny. Hj Iriana dan sejumlah menteri.

Jokowi mengatakan untuk batas darat segera menyelesaikan 2 unresolved segments (segmen yang belum terselesaikan)  batas darat dan untuk batas laut memulai perundingan di segmen bagian utara Timor Leste pada kuartal pertama 2016.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan Rui Maria de Araujo menandatangani kerjasama. Di bidang energi, lanjut Presiden, Indonesia-Timor Leste akan terus menguatkan kerja sama baik pengembangan bisnis downstream dan  kerja sama pengelolaan LNG.

Sementara itu, di bidang infrastruktur, BUMN Indonesia siap meninggkatkan partisipasinya dalam pembangunan infrastruktur di Timor Leste. “Tahun 2011-2015, BUMN Indonesia telah melakukan kerja sama pembangunan infrastruktur senilai  344 juta dolar AS dan Tahun 2016 kerja sama diharapkan dapat ditingkatkan menjadi senilai Rp7 triliun,” ujar Jokowi.

Di bidang kesehatan, Presiden Jokowi menginginkan Indonesia menjadi mitra utama penyedia obat-obatan dan alat-alat kesehatan bagi Timor-Leste. “Di bidang perbankan dan telekomunikasi, kerjasama akan terus kita optimalkan lagi, baik di bidang perbankan bank mandiri yang telah beroperasi sejak 2003 dan PT Telkom Indonesia yang telah beroperasi sejak 2013,” ucap Jokowi. (Johara/win)