Tuesday, 20 November 2018

China Town Art Culture

Mengawal Seni Budaya di Kawasan Pecinan Glodok

Rabu, 27 Januari 2016 — 19:30 WIB
Walikota Jakbar, HM Anas Efendi dan beberapa pejabat lainnya bersama Ketua Komunitas China Town Art Culture Glodok, Tjia Boen Kiat dan pengurus lainnya usai peresmian. (tarta)

Walikota Jakbar, HM Anas Efendi dan beberapa pejabat lainnya bersama Ketua Komunitas China Town Art Culture Glodok, Tjia Boen Kiat dan pengurus lainnya usai peresmian. (tarta)

KOMUNITAS China Town Art Culture siap menyambut perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun 2016. Bersama Pemko Jakarta Barat komunitas ini siap menggelar perayaan di kawasan pecinan Glodok, Tamansari dengan menampilkan seni dan budaya China.

“Kami bersama Pemko Jakarta Barat siap menggelar berbagai acara seni dan budaya dalam menyambut Imlek dan Cap Go Meh. Ini sebagai salah satu upaya untuk melestarikan seni dan budaya di kawasan pecinan Glodok,” jelas Tjia Boen Kiat, Ketua Komunitas China Town Art Culture Glodok, usai peresmian komunitas China

Town Art Culture oleh Walikota Jakbar, HM Anas Efendi, Rabu (27/1/2016).
Hadir Sekretaris Kota, Asril Marzuki, Asisten Perekonomian dan Adminstrasi, Sri Yuliani, Kasudin Pariwisata dan Budaya, Linda Erliany dan Camat Tamansari, Paris Limbong.

Komunitas ini tidak hanya warga Thionghoa, namun juga siapa saja warga yang peduli akan seni dan budaya di kawasan pecinan Glodok. Semua yang tergabung dalam komunitas ini ingin tetap menjaga adat istiadat pecinan yang selama ini banyak hilang tergerus jaman.

Kegiatan komunitas ini bukan saja untuk saat ini, namun ke depan akan dikembangkan lagi kegiatan seni dan budaya yang lain, sehingga menjadi perkembangan ekonomi kreatif bagi masyarakat dan menunjang program pemerintah,” kata Tjia Boen Kiat.

Walikota Jakbar, HM Anas Efendi sangat mendukung dan menyambut positif terbentuknya komunitas China Town Art Culture di kawasan Glodok. Diharapkan nantinya mereka dapat berperan aktif dalam melestarikan dan menjaga seni dan budaya yang ada di kawasan pecinan Glodok.

“Seni dan budaya harus dilestarikan dan dijaga kami sangat mendukung kegiatan yanag akan dilakukan. Sehingga ke depan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan bisa dijadikan lokasi pariwisata,” kata Anas. (tarta/ruh)