Monday, 26 August 2019

Nggak Usah Makan Daging

Rabu, 27 Januari 2016 — 5:25 WIB

    
“Belum lama ini aku bawa orang rumah ke Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, depan mal,” kataku.
    
“Biasanya ke rumah sakit, kok kali ini ke puskesmas, tumben,” kata Soleh.
    
“Puskesmas kecamatan itu sudah kayak rumah sakit. Orang rumah punya Askes tapi tak  dipakainya. Ia daftar lalu bayar ke kasir Rp. 2000.- Kemudian tunggu panggilan dokter. Tak sampai setengah jam, dipanggil periksa dokter,” kataku.
    
“Biasanya kalau di Puskesmas orangnya bejubel, antrenya lama lagi,” kata Lukman.
    
“Ini nggak. Nggak ada antrean. Nunggu sebentar. Dari dokter disuruh foto rontgen kedua kaki. Untuk rontgen bayar Rp. 120.000.-,” kataku.
    
“Wah di tempat lain, mahal,” potong Soleh.
    
“Itulah. Pelayanannya bagus. Maka kau jangan anggap enteng puskesmas. Kalau nggaK bisa ditangani di situ akan dirujuk ke rumah sakit, kan enak,” kataku.
    
“Resepnya bagaimana?” tanya Soleh.
    
“Ada apotik di situ. Tapi waktu itu obatnya kutebus di luar. Cuma Rp. 10.000.-,” kataku.
    
“Obat generik ya murah,” potong Lukman.
    
“Kan obat itu perantara,” kataku.
    
“Maksudmu bagaimana?” desaknya.
    
“Kan yang menyembuhkan bukan dokter, bukan obat, tapi Allah,” kataku.
    
“Betul juga. Terus orang rumah mu bagaimana sekarang?” tanya Soleh.
    
“Alhamdulillah, keadaannya baik,” jawabku.
    
“Wah, kalau begitu aku mau juga coba ke situ. Kalau pakai Askes bisa nggak?” tanya Soleh.
    
“Aku tanya, katanya bisa,” jawabku.
    
“Ngomong-ngomong orang rumahku kemarin ribut pulang dari pasar,” kata Lukman.
    
“Memang ada apa, ada masalah?” tanyaku.
    
“Daging sapi mahal, katanya. Tadinya ia mau beli, tahu harganya mahal nggak jadi. Ia bertanya bagaimana pemerintah ini,” jawab Lukman.
    
“Ya harganya naik karena dikenakan pajak 10%,” kataku.
    
“Tapi kan katanya sudah dicabut, jadi nggak kena PPN,” kata Lukman.
    
“Ya, barang kalau sudah naik, biar PPN nya dicabut, nggak bakalan turun,” kata Soleh.
    
“Ya sudah, cari jalan lain saja” kataku.
    
“Apa itu?” tanyanya.
    
“Nggak usah makan daging, kan gampang,” jawabku sambil senyum. (lubis1209@gmail.com)