Friday, 20 October 2017

Pasca Lurah, Sekel Dicopot Ahok, Layanan Warga di Cipayung Normal

Kamis, 28 Januari 2016 — 13:28 WIB
Foto- Suasana pelayanan masyarakat di Kantor Lurah Cipayung, pasca pencopotan pejabat setempat. (pnj-46/sir)

Foto- Suasana pelayanan masyarakat di Kantor Lurah Cipayung, pasca pencopotan pejabat setempat. (pnj-46/sir)

JAKARTA (Pos Kota) – Pasca jabatan lurah, sekretaris kelurahan dan tiga kelapa seksi dicopot oleh Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama, alias Ahok, pelayanan masyarakat di kantor kelurahan setempat tetap berjalan normal, Kamis (28/1/16).

Meski demikian, sejumlah warga mengaku kaget dan kecewa dengan pencopotan Lurah yang terkesan mendadak. “Saya tau lurah itu dari awal, kecewa sih main diberhentikan harusnya diselidikin terlebih dahulu,” komentar Rani, warga Cipayung.

“Saya baru ke kelurahan lagi, pas saya lihat lurahnya udah ganti saya juga kaget,” timpal Samhudi warga.

“Lurah yang sebelumnya padahal baru menjabat empat bulan, warga asli Cipayung yang sebelumnya, yang sekarang saya juga belum tau, kayaknya bukan asli Jakarta,” tambahnya.

Sebagai mana diberitakan, Ahok mencopot jabatan lurah, sekel dan 3 kepala seksi di Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung. Mereka dicopot mendadak terkait dugaan pengelolaan anggaran.

“Ini kebijakan Pak Gubernur agar menjadi perhatian yang lain,” kata Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana, Selasa (26/1) lalu.

Pencopotan lurah, sekretaris kelurahan (Sekel) dan tiga kepala seksi di kelurahan tersebut tak urung membuat kaget banyak pihak. “Pelantikan Jumat (22/1) sore. Paginya Pak Lurah masih ikut senam bersama saya. Sorenya dilakukan pelantikan itu,” katanya.

Walikota tidak menyebut rinci permasalahan sehingga lurah dan tiga kasie yang ada itu dicopot. Hanya saja, hal ini terkait dengan laporan pengelolaan keuangan yang dianggap tidak beres yang masuk ke gubernur.

Informasi yang dikumpulkan, lurah lama yang sebenarnya baru menjabat 4 bulan itu digantikan oleh Ibnu Fajar dari pemprov. Baik lurah dan kepala seksi yang diganti semuanya dijadikan staf di kelurahan tersebut.

Sementara, Iin Mutmainnah, Camat Cipayung, mengaku kaget dengan penggantian mendadak ini. Hanya saja, dia langsung melakukan koordinasi dengan lurah baru agar pelayanan tidak terganggu. “Yang penting pelayanan masyarakat harus tidak terganggu,” katanya.

Iin juga sudah mengumpulkan semua perangkat yang baru untuk komitmen dalam pelayanan masyarakat. “Alhamdulillah, dalam dua hari ini pelayanan tetap berjalan baik. Bahkan Sabtu – Minggu juga sudah mengikuti kegiatan rutin kemasyarakatan, seperti kerja bakti,” katanya.

Pada bagian lain, pencopotan pejabat DKI itu secara mendadak menyisakan tanda tanya. “Saya heran. Dan ini pasti ada masalah yang belum diungkap. Inpektorat harusnya transparan,” kata Syafrudin, Ketua Dewan Kota (Dekot) Jakarta Timur, Rabu (27/1).

Disebutkan, Lurah Maal Hendrawan baru beberapa bulan menjabat di Kelurahan Cipayung. Sedangkan kalau masalah pengelolaan anggaran berarti masih dalam transisi. “Itu harus diungkap, karena bisa jadi masalahnya warisan,” kata warga asli Cipayung ini.

Apalagi, kata Syafrudin, pencopotan melibatkan lurah, sekel dan semua kepala seksi. “Tapi, bendahara tidak ikut dicopot. Ini khan menimbulkan pertanyaan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Lurah, Sekel dan semua Kasie di Kelurahan Cipayung dicopot mendadak (Pos Kota 27/1). Pencopotan terkait pengelolaan anggaran.

TERIMA RISIKO

Sementara, mantan Lurah Cipayung, Maal Hendrawan, mengatakan menerima risiko pencopotan ini. Hanya saja, dia mengaku tidak tahu permasalahan sebenarnya. “Jabatan itu amanah, dan saya siap menanggung risiko,” katanya.

Mantan lurah yang asli warga Cipayung ini juga menyebut kemungkinan karena upayanya untuk pembenahan lebih baik dan tertib sehingga ada pihak yang tidak senang.

“Kalau yang menjadi masalah itu rekaman (yang dilaporkan ke gubernur-red), itu rekaman Sekel dan Bendahara. Saat itu saya tidak ada dan tengah ikut Rakorwil,” katanya.

Hanya saja, dia meyakinkan bahwa tidak ada niat sedikitpun ‘ngotak-atik’ anggaran yang baru beberapa bulan. Dia ingin agar pelaporan anggaran sesuai dia menjabat, yakni sejak 4 September 2015.

(pnj-46/chotim/sir)