Tuesday, 13 November 2018

Bersama Kabinet Jokowi Bahas Candi Borubudur

Jumat, 29 Januari 2016 — 22:26 WIB
Presiden Joowi ke  Candi Borobudur

Presiden Joowi ke Candi Borobudur

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi berkunjung ke Candi Borobudur, termasuk menggelar rapat terbatas yang membahas tentang Percepatan Pembangunan Daerah Pariwisata Nasional Candi Borobudur.

“Borobudur adalah mahakarya budaya dunia dan sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunian” ucap Jokowi saat berkunjung ke candi yang termasuk 7 keajaiban dunia.

Jokowi mengatakan bahwa Candi Borobudur harus terus dilestarikan, dan dijadikan destinasi bermanfaat bagi masyarakat. “Data yang saya terima pada 2014 jumlah wisatawan yang datang sebesar 250 ribu orang, dan wisatawan nusantara kurang lebih 2,2 juta orang,” ucap Kepala Negara.

Menurut Presiden, potensi pasar wisatawan mancanegara yang dapat mengunjungi borobudur sangat besar, terutama dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Hongkong, Belanda, Jerman, dan Brunei, serta Tiongkok.

“Saya minta pengembangan Borobudur ini disiapkan dengan baik, terintegrasi antar kementerian dengan provinsi. Dan baik itu berkaitan dengan aksesibilitas, terintegrasi dengan kawasan wisata yang lain, seperti Prambanan, yang juga warisan budaya,” kata Presiden.

Jokowi meminta agar dipersiapakan fasilitas dan pelayanan dengan standar internasional, termasuk juga memperiapkan toilet dengan standar bintang 4. “Meskipun itu untuk umum tapi bintang 4. Tapi juga dijaga, dirawat, harian harus dikontrol. Standar-standar itu yg kita ingunkan,” ujar Jokowi.

Di akhir pengantarnya, Presiden mengarahkan agar pengelolaan kawasan Candi Borobudur diperbaiki manajemennya. Mesti belum mendengar secara jelas, tapi Presiden secara sayup-sayup ada empat manajemen yang terlibat. “Kalau kapal nahkodanya empat, biasanya memutuskannya bingung. Nah ini yang harus kita putuskan, juga masalah yang berkaitan dengan zonasi dan lain-lainnya,” ujar Presiden.

Ratas ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri PAN dan) Yuddy Chrisnandi, Menteri Koperasi Dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan lainnya. (Johara)