Wednesday, 26 September 2018

PKS dan Gerindra Tak Gentar Hadapi Parpol Pendukung Jokowi

Minggu, 31 Januari 2016 — 13:09 WIB
Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR.

Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR.

JAKARTA (Pos Kota) – PKS dan Gerindra tak gentar menghadapi partai politik (parpol) pendukung pemerintah, meskipun sudah ditinggalkan Partai Golkar dan PPP serta sebelumnya PAN.

Demikian disampaikan anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid yang dihubungi di Jakarta, Minggu (31/1). “PKS sendiri akan berada di luar pemerintah bersama Gerindra,” terang Hidayat.

Ia mengatakan PKS dan Gerindra memahami apa yang dilakukan Golkar dan PPP karena kondisi internal partainya. Apalagi dengan keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang tidak sesuai dengan proses hukum di Mahkamah Agung (MA).

“Meskipun Golkar dan PPP sudah menyatakan bergabung dengan pemerintah tapi belum ada pernyataan resmi dari Aburizal yang secara resmi keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP),” papar Hidayat.

Selain itu, lanjut Hidayat yang juga wakil ketua MPR ini menyatakan, PKS tidak merasa ditinggalkan atau pun dikhianati oleh Golkar dan PPP karena bergabung dengan pemerintah. “PKS ingin mencapai kritikan terhadap pemerintahan Jokowi, dan ini tidak lain untuk menciptakan check and balance,” tegas Hidayat.

Menurut dia, sikap PKS yang tetap kritis justru yang dikehendaki oleh Jokowi. “Dalam pertemuan silaturahmi antara pengurus PKS dan Jokowi di Istana, Jokowi minta PKS agar tetap kritis jika ada kebijakkan pemerintah yang tidak pro rakyat,” papar Hidayat.

Seperti diketahui, PPP kubu Djan Faridz secara resmi menyatakan bergabung dengan pemerintah. Selain itu, keputusan Rapimnas Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie juga menyatakan bergabung dengan pemerintah. Dengan demikian, anggota Koalisi Merah Putih (KMP) tinggal menyisakan Partai Gerindra dan PKS.

Sebab itu, kata Hidayat, PKS bersama Gerindra akan tetap melakukan kritikan terhadap pemerintahan Jokowi. Namun untuk diketahui yang menyampaikan kritikan datang bukan hanya dari Gerindra dan PKS saja tapi juga datang justru dari partai politik pendukung pemerintah, termasuk kritikan dari PDIP.

“Karenanya kritikan bukan hanya PKS dan Gerindra tapi juga dari mereka yang berasal dari parpol pendukung pemerintah,” papar Hidayat.
(johara/sir)