Wednesday, 26 September 2018

Terobosan Cerdas, Jokowi Bentuk Badan Otorita Pariwisata Borobudur

Minggu, 31 Januari 2016 — 11:13 WIB
Candi Borobudur sebagai Mahakarya Budaya Dunia. (ist)

Candi Borobudur sebagai Mahakarya Budaya Dunia. (ist)

MAGELANG  (Pos Kota) – Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di Manohara, Kompleks Candi Borobudur, 29 Januari 2016. Apa lagi kalau bukan soal Percepatan Prmbangunan Daerah Pariwisata Nasional Candi Budha terbesar di dunia dan pernah tercatat sebagai the seven wonder in the world itu? Satu dari 10 Destinasi Prioritas yang hendak dikebut secara integrated di tahun 2016 ini.

“Borobudur adalah mahakarya budaya dunia dan sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia‎,” ucap Presiden Jokowi. Oleh Menpar Arief Yahya, kata-kata presiden itu dijadikan tagline pada promosi branding Borobudur  “Mahakarya Budaya Dunia” atau World Cultural Masterpiece. Sebelum Ratas di sektor pariwisata itu, presiden pun berkeliling di kompleks candi berukuran 132×132 meter dengan tinggi asli 42 meter itu.

Saat memberi pengantar pada ratas, Presiden menyampaikan bahwa Candi Borobudur harus terus dilestarikan, dan dijadikan destinasi bermanfaat bagi masyarakat.‎ “Data yang saya terima pada 2014 jumlah wisatawan yang datang sebesar 250 ribu orang, dan wisatawan nusantara kurang lebih 2,2 juta orang,” ucap Pria yang lahir di Solo, 54 tahun silam itu.

Menurut Presiden, potensi pasar wisatawan mancanegara yang dapat mengunjungi borobudur sangat besar, terutama dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, USA, Inggris, Hongkong, Belanda, Jerman, dan Brunei, serta Tiongkok. “Saya minta pengembangan Borobudur ini disiapkan dengan baik, terintegrasi antar kementerian dengan provinsi. Dan baik itu berkaitan dengan aksesibilitas, terintegrasi dengan kawasan wisata yang lain, seperti Prambanan, yang juga warisan budaya‎,” terang Jokowi.

‎Lulusan UGM ini menginstruksikan agar dipersiapkan fasilitas dan pelayanan dengan standar internasional, termasuk merapikan toilet dengan standar bintang 4. “Meskipun itu untuk umum tapi harus tetap bintang 4. Dijaga, dirawat, dikelola harian harus dikontrol. Standar-standar itu yg kita ingunkan,” tegas Presiden Jokowi.

Soal atraksi seni budaya, Jokowi mengingatkan agar dipersiapkan serius, jangan ala kadarnya. Koreografinya harus standar dunia, koreografernya berkualitas dan gunakan kurator. “Sehingga yang diliat di sini tidak hanya bangunan Borobudur saja, tapi juga atraksi seni budaya juga bisa dimunculkan,” harap Presiden Jokowi. (prihandoko/yh)