Saturday, 20 October 2018

FIFA Beri Waktu Tiga Tahun

Indonesia Agar Selesaikan Masalah Sepakbola

Senin, 1 Februari 2016 — 9:10 WIB
Kantor PSSI

Kantor PSSI

JAKARTA (Pos Kota)- FIFA memberikan waktu tiga tahun kepada Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan sepkbola dalam negeri, sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Kehormatan OCA Wei Jizhong dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Minggu (31/1).

Menurutnya, itu merupakan kebijakan khusus yang diberikan oleh FIFA, mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Jika federasi sepak bola Indonesia bisa menyelesaikan permasalahan itu dalam periode tersebut, maka FIFA akan memberikan pengecualian,” ucapnya. Jizhong belum menjelaskan, bila sampai batas waktu ditentukan permasalahan sepakbola Indonesia masih belum selesai.

Bukan mustahil FIFA tidak mencabut sanksi dan melarang kegiatan sepakbola dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia. Lantas, apakah negara-negara yang kuat sepakbolanya mau tampil tanpa sepakbola? Nasib Indonesia sebagai tuan rumah pun nampaknya sulit diwujudkan.

Sebagaimana diketahui, mendekati waktu dua tahun lagi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, Indonesia masih menjalani sanksi FIFA. Sepakbola Indonesia dikucilkan, tak boleh berlaga secara internasional. Hal itu terjadi akibat kisruh pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pemuda dan Olahraga yang menjatuhkan sanksi ‘membekukan’ PSSI menjelang Kongres Luar Biasa, April 2015 silam.

PERUBAHAN
Diikuti jatuhnya sanksi FIFA pada bulan Mei silam, akibat pemerintah terlalu mencampuri urusan organisasi sepakbola Indonesia. Namun Timnas U-23 masih diizinkan tampil di SEA Games 2015 Singpura. Sayangnya, gagal meraih medali sebagaimana diharapkan.

Persipura yang tengah berlaga di pentas internasional, terhenti akibat sanksi FIFA. Kompetisi tertinggi sepakbola profesional pun belum terwujud.Sepakbola Indonesia kini hanyalah turnamen demi turnamen alias ‘Tarkam’ berkelas nasional, tak ada pembinaan berjenjang.

Hadirnya utusan FIFA dan AFC hingga menemui Presiden Jokowi, belum menunjukkan perubahan. Pemerintah tak setuju keputusan membentuk tim reformasi dengan tidak mengirim utusan ke tim adhock yang ditunjuk FIFA. Banyak yang meyakini, kisruh ini merupakan akibat ‘perang politik’ yang melebar ke bidang olahraga. (awang)

  • jupiter

    kalau sikap pemerintah masih ngeyel juga…inilah akibatnya..!